Prediksi Prof Jiang Xueqin: Jika Perang AS dan Iran Berlanjut, Dunia Akan Berubah Total

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balikpapan, Pribhumi.com – Akademisi dan penulis Prof Jiang Xueqin kembali menjadi sorotan setelah membahas potensi konflik besar antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melalui kanal YouTube miliknya. Dalam analisanya, ia memprediksi bahwa AS bisa mengalami kekalahan jika perang tersebut benar-benar berlangsung dalam jangka panjang.

Dalam video yang diunggah pada Selasa (3/3/2026), Prof Jiang menyebut konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sebagai bagian dari eskalasi konflik global yang sangat serius. Ia bahkan menggambarkannya sebagai awal dari perang besar yang dapat berlangsung lama.

“Perang ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan mungkin bertahun-tahun. Setelah semuanya berakhir, dunia tidak akan pernah sama lagi,” ujar Prof Jiang dalam penjelasannya.

Menurutnya, strategi militer yang selama ini digunakan oleh Amerika Serikat belum sepenuhnya siap menghadapi pola peperangan abad ke-21. Ia menilai pendekatan militer AS masih bertumpu pada strategi yang dikenal sebagai “shock and awe”, yaitu serangan cepat dan kuat untuk melumpuhkan kepemimpinan musuh.

Baca Juga :  Kemunculan Dua Ikan Oarfish di Pantai Meksiko Hebohkan Warga, Dijuluki “Ikan Pertanda Kiamat”

Strategi tersebut diibaratkan seperti memenggal kepala musuh agar seluruh sistem pertahanannya runtuh. Namun, Prof Jiang menilai pendekatan itu tidak efektif jika diterapkan terhadap Iran.

Ia berpendapat bahwa Iran memandang konflik tersebut sebagai perang ideologis atau religius. Dengan perspektif itu, menurutnya, perang akan tetap berlanjut meskipun para pemimpin negara tersebut gugur.

“Jika kepala dipenggal, itu tidak akan mengubah apa pun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Jiang menilai doktrin militer yang digunakan AS dan Israel kurang relevan menghadapi tantangan peperangan modern, terutama dengan munculnya teknologi drone serta kelompok yang memiliki motivasi ideologis kuat.

Baca Juga :  Ribuan Turis Kapal Pesiar Tertahan di UEA Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Ia juga menyoroti kemungkinan dampak ekonomi global jika konflik meningkat. Salah satu skenario yang ia sebut adalah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia. Jika akses di kawasan itu terganggu, distribusi energi global bisa terdampak besar dan memicu tekanan serius terhadap ekonomi dunia.

“Selat Hormuz adalah kunci. Jika jalur itu ditutup, ekonomi global bisa tercekik,” kata Prof Jiang.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi dan prediksi geopolitik yang masih bersifat spekulatif, mengingat dinamika konflik internasional dapat berubah dengan cepat.

Berita Terkait

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi
Kabut Asap Selimuti Singapura, Distribusi Masker N95 Gratis Jadi Sorotan
Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi

Berita Terbaru