Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah? Simak Fakta Sleep Wrinkles dan Cara Mencegahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Posisi tidur ternyata bukan hanya berpengaruh terhadap kualitas istirahat, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit wajah. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara kebiasaan tidur dan munculnya kerutan menjadi perhatian para ahli kecantikan dan dermatolog.

Banyak orang pernah mendapati bekas lipatan bantal yang masih terlihat di wajah saat bangun tidur. Meski umumnya menghilang dalam waktu singkat, tekanan yang terjadi secara berulang setiap malam diyakini dapat berkontribusi terhadap terbentuknya garis-garis halus pada kulit yang dikenal sebagai sleep wrinkles.

Mengenal Sleep Wrinkles

Sleep wrinkles merupakan kerutan yang muncul akibat tekanan dan gesekan pada kulit saat tidur. Berbeda dengan kerutan ekspresi yang terbentuk karena gerakan otot wajah seperti tersenyum atau mengernyitkan dahi, jenis kerutan ini terjadi karena wajah terus-menerus bersentuhan dengan bantal dalam posisi tertentu selama berjam-jam.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga elastisitas kulit akan menurun. Kondisi tersebut membuat kulit lebih sulit kembali ke bentuk semula setelah mengalami tekanan berulang, sehingga garis-garis halus berpotensi menjadi lebih permanen.

Baca Juga :  Kutil pada Kulit: Penyebab, Cara Penularan, dan Metode Ampuh Menghilangkannya

Benarkah Tidur Miring dan Tengkurap Memicu Kerutan?

Para ahli kulit menyebut bahwa tidur dalam posisi miring maupun tengkurap memang dapat memberikan tekanan lebih besar pada beberapa area wajah, seperti pipi, dahi, dan sekitar mata. Jika dilakukan dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi memperjelas kerutan yang sudah mulai terbentuk.

Meski demikian, posisi tidur bukanlah faktor utama penyebab penuaan kulit. Paparan sinar matahari berlebih, kebiasaan merokok, pola makan yang kurang sehat, stres, serta kurangnya perawatan kulit tetap menjadi penyebab yang lebih dominan dalam munculnya kerutan.

Karena itu, tidak perlu terlalu khawatir apabila terbiasa tidur miring. Posisi tidur hanya menjadi salah satu faktor pendukung yang dapat diperhatikan dalam menjaga kesehatan kulit.

Posisi Tidur yang Direkomendasikan

Banyak dermatolog menyarankan posisi tidur telentang karena wajah tidak mendapatkan tekanan langsung dari bantal. Posisi ini dinilai mampu mengurangi gesekan pada kulit sekaligus meminimalkan terbentuknya garis-garis tidur yang berpotensi menetap.

Namun, kenyamanan dan kualitas tidur tetap menjadi hal yang paling penting. Jika tidur telentang membuat seseorang sulit beristirahat dengan nyaman, tidak disarankan untuk memaksakan diri karena kualitas tidur yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan kulit.

Baca Juga :  Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Cara Mengurangi Risiko Kerutan Akibat Tidur

Selain memperhatikan posisi tidur, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama beristirahat. Menggunakan sarung bantal berbahan satin atau sutra dapat membantu mengurangi gesekan pada wajah. Selain itu, penggunaan pelembap sebelum tidur juga penting untuk menjaga hidrasi kulit sepanjang malam.

Memenuhi kebutuhan tidur harian yang cukup juga menjadi kunci utama. Saat tidur, tubuh melakukan proses regenerasi sel, termasuk sel kulit, sehingga istirahat yang berkualitas dapat membantu kulit tampak lebih sehat dan segar.

Pada akhirnya, posisi tidur memang memiliki pengaruh terhadap munculnya kerutan wajah, meski bukan menjadi faktor utama. Menjaga pola tidur yang baik, merawat kulit secara rutin, dan menerapkan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah terbaik untuk mempertahankan kulit yang sehat, kencang, dan bercahaya.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung
Bingung Memilih Makanan Tinggi Protein? Ikan, Telur, Daging, dan Kacang Punya Keunggulan Berbeda
Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur
Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya
Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya
Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan
Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati
Jangan Anggap Tidur Seharian saat Libur Bisa Ganti Utang Tidur

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:44 WIB

4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Bingung Memilih Makanan Tinggi Protein? Ikan, Telur, Daging, dan Kacang Punya Keunggulan Berbeda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru