Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh warga yang terdampak banjir memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Kebijakan tersebut berlaku di seluruh fasilitas layanan kesehatan milik daerah, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov telah menyiapkan jaringan fasilitas kesehatan yang memadai untuk melayani kebutuhan medis warga terdampak bencana. Layanan gratis tersebut mencakup 44 puskesmas, ratusan puskesmas pembantu, serta puluhan rumah sakit yang tersebar di lima wilayah kota administrasi.
Menurut Pramono, kebijakan pembebasan biaya pengobatan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat saat menghadapi situasi darurat akibat banjir.
Selain penanganan kesehatan, Pemprov DKI juga mewaspadai potensi munculnya penyakit pascabanjir, termasuk leptospirosis atau yang dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Jakarta, langkah antisipatif tetap disiapkan melalui upaya pencegahan dan pengawasan kesehatan lingkungan.
Di sektor penanganan teknis banjir, Pemprov DKI terus melanjutkan berbagai program pengendalian banjir. Salah satunya adalah normalisasi Sungai Cakung Lama di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang ditujukan untuk mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi.
Pemerintah daerah berharap kombinasi layanan kesehatan gratis, pencegahan penyakit, serta perbaikan infrastruktur pengendalian banjir dapat memberikan perlindungan maksimal bagi warga Jakarta.










