Pelajar SMP di Ogan Ilir Meninggal Usai Latihan Silat, Keluarga Temukan Luka Lebam di Tubuh Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, Pribhumi.com – Seorang pelajar SMP di Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, bernama Alex Saputra (15) meninggal dunia setelah mengikuti latihan silat. Kematian korban menimbulkan kecurigaan keluarga setelah ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

Alex diketahui merupakan Ketua OSIS di SMP Negeri 1 Rantau Alai. Ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu (1/3/2026) dan dimakamkan keesokan harinya di kampung halamannya di Rantau Alai.

Ibu korban, Maruyah (55), mengaku sangat terpukul atas kepergian putranya tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Alex sudah sekitar tiga bulan terakhir aktif mengikuti latihan silat dan rutin berlatih dua kali setiap pekan.

Menurut Maruyah, keluarga mulai curiga setelah melihat adanya bekas lebam di bagian belakang tubuh korban saat jenazah berada di rumah.

Baca Juga :  Sering Menggoyangkan Kaki Saat Diam? Ini Arti Psikologis dan Dampaknya

“Saat anak kami meninggal, kami melihat ada bekas lebam di bagian belakang tubuhnya. Dari situ muncul kecurigaan kami bahwa mungkin ada kekerasan,” ujar Maruyah, Jumat (6/3/2026).

Pihak keluarga pun telah melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi agar penyebab kematian Alex dapat diungkap secara jelas.

“Kami berharap polisi dapat mengungkap kasus ini dengan terang. Setelah latihan silat, tubuh anak kami banyak lebam,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Menurut Herman, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian yang sebenarnya.

Baca Juga :  Duel Berdarah di Tanjung Raja Ogan Ilir, Satu Tewas Usai Diserang Tetangga

“Proses pemeriksaan saksi masih berlangsung terkait laporan dugaan penganiayaan. Kasus ini ditangani oleh Satres PPA-PPO,” jelasnya.

Ia menambahkan, para saksi yang diperiksa masih berstatus pelajar sehingga proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua.

“Sejauh ini kami telah meminta keterangan dari dua siswa yang berlatih di perguruan silat yang sama dengan korban. Selain itu, seorang bidan desa berinisial W juga dimintai keterangan karena mengetahui kondisi luka yang dialami Alex sebelum meninggal dunia,” ungkap Herman.

Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan para saksi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Berita Terkait

KPK Tahan Bupati Muara Enim Edison dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Disdikbud
Harga Sawit Turun Dua Pekan Terakhir, Petani Keluhkan Pupuk Mahal
PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut
Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Listrik Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Harimau Liar Teror warga, 17 Kerbau Warga Dimangsa Sejak April 2026
Wagub Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara dalam Kasus Penipuan
Petani di Musi Rawas Kritis Diserang Beruang Saat Menanam Sawit
Pemkot Palembang Denda Rp500 Ribu bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

KPK Tahan Bupati Muara Enim Edison dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Disdikbud

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga Sawit Turun Dua Pekan Terakhir, Petani Keluhkan Pupuk Mahal

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Listrik Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:22 WIB

Harimau Liar Teror warga, 17 Kerbau Warga Dimangsa Sejak April 2026

Berita Terbaru