OKI, Pribhumi.com – Seorang pelajar SMP di Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, bernama Alex Saputra (15) meninggal dunia setelah mengikuti latihan silat. Kematian korban menimbulkan kecurigaan keluarga setelah ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.
Alex diketahui merupakan Ketua OSIS di SMP Negeri 1 Rantau Alai. Ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu (1/3/2026) dan dimakamkan keesokan harinya di kampung halamannya di Rantau Alai.
Ibu korban, Maruyah (55), mengaku sangat terpukul atas kepergian putranya tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Alex sudah sekitar tiga bulan terakhir aktif mengikuti latihan silat dan rutin berlatih dua kali setiap pekan.
Menurut Maruyah, keluarga mulai curiga setelah melihat adanya bekas lebam di bagian belakang tubuh korban saat jenazah berada di rumah.
“Saat anak kami meninggal, kami melihat ada bekas lebam di bagian belakang tubuhnya. Dari situ muncul kecurigaan kami bahwa mungkin ada kekerasan,” ujar Maruyah, Jumat (6/3/2026).
Pihak keluarga pun telah melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi agar penyebab kematian Alex dapat diungkap secara jelas.
“Kami berharap polisi dapat mengungkap kasus ini dengan terang. Setelah latihan silat, tubuh anak kami banyak lebam,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Menurut Herman, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian yang sebenarnya.
“Proses pemeriksaan saksi masih berlangsung terkait laporan dugaan penganiayaan. Kasus ini ditangani oleh Satres PPA-PPO,” jelasnya.
Ia menambahkan, para saksi yang diperiksa masih berstatus pelajar sehingga proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua.
“Sejauh ini kami telah meminta keterangan dari dua siswa yang berlatih di perguruan silat yang sama dengan korban. Selain itu, seorang bidan desa berinisial W juga dimintai keterangan karena mengetahui kondisi luka yang dialami Alex sebelum meninggal dunia,” ungkap Herman.
Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan para saksi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.











