PBB Soroti Dampak Serangan Rusia, Jutaan Warga Ukraina Kehilangan Akses Pemanas dan Air Bersih

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Rusia yang kembali menargetkan infrastruktur sipil Ukraina. Serangan tersebut berdampak serius terhadap kehidupan warga, terutama di tengah musim dingin, dengan lebih dari satu juta orang terpaksa bertahan tanpa pemanas dan pasokan air bersih.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas publik telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Ukraina. Infrastruktur vital seperti listrik, pemanas, dan air dilaporkan lumpuh akibat rentetan serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

PBB menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Menurut Guterres, sasaran sipil tidak boleh dijadikan target dalam konflik bersenjata apa pun dan serangan semacam ini tidak memiliki pembenaran hukum maupun moral.

Baca Juga :  AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya

Wilayah Dnipropetrovsk menjadi salah satu area yang terdampak paling parah. Di wilayah ini, suhu musim dingin yang turun hingga di bawah titik beku memperburuk penderitaan warga yang kehilangan akses pemanas. Pemerintah Ukraina menyebut kerusakan fasilitas energi terjadi secara luas akibat serangan udara Rusia.

Situasi serupa juga dilaporkan di Zaporizhzhia, di mana serangan drone berskala besar menyebabkan pemadaman listrik massal. Operator jaringan listrik nasional Ukrenergo menyebut sejumlah gardu dan jaringan distribusi mengalami gangguan serius.

Baca Juga :  Sule Klarifikasi Video Saat Datang ke Rumah Duka Vidi Aldiano, Akui Tuai Pro dan Kontra

Menteri Restorasi Ukraina, Oleksiy Kuleba, mengatakan proses perbaikan terus dilakukan meski menghadapi tantangan besar. Pemerintah berupaya memulihkan layanan dasar bagi jutaan warga secepat mungkin di tengah ancaman serangan lanjutan.

Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia melancarkan serangan menggunakan hampir seratus drone. Sebagian besar berhasil dicegat, namun sejumlah drone lainnya tetap menghantam target dan menyebabkan kerusakan infrastruktur penting, termasuk fasilitas energi di Dnipropetrovsk.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB