Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokyo, Pribhumi.com – Rencana liburan ke Jepang dipastikan bakal semakin mahal. Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya visa serta pajak pariwisata bagi wisatawan internasional sebagai upaya menekan lonjakan turis dan memperbaiki sistem imigrasi. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menambah pemasukan negara hingga 350 miliar yen pada 2026.

Mengutip laporan Nikkei Asia, Minggu (11/1/2026), kenaikan tarif ini dilakukan untuk mengatasi fenomena overtourism yang semakin parah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan konsuler dan pengelolaan wisata nasional.

Biaya visa turis mengalami lonjakan signifikan, dari sebelumnya 3.000 yen menjadi 15.000 yen. Sementara itu, biaya perpanjangan atau perubahan status visa juga meningkat drastis, dari 6.000 yen menjadi sekitar 40.000 yen, tergantung durasi izin tinggal.

Tak hanya visa, pajak turis internasional yang sebelumnya sebesar 1.000 yen kini naik menjadi 3.000 yen dan akan langsung dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat mulai Juli 2026. Pajak ini berlaku bagi semua penumpang yang meninggalkan Jepang, termasuk warga negaranya sendiri.

Baca Juga :  Festival Budaya Kerinci 2025 "Balik Kudahin" Harus Keluar dari Jerat “Pamer Kostum”

Untuk meredam dampak bagi warga lokal, pemerintah Jepang memangkas biaya paspor. Tarif paspor 10 tahun yang sebelumnya 16.000 yen diturunkan menjadi 9.000 yen.

Langkah ini juga berkaitan dengan tekanan fiskal yang dihadapi Jepang. Pemerintah memperkirakan pendapatan negara akan berkurang hingga 2,2 triliun yen pada 2026, akibat kebijakan pendidikan gratis serta menurunnya penerimaan dari pajak bahan bakar. Sebagai kompensasi, Jepang menargetkan tambahan 1,2 triliun yen dari pajak kelompok berpenghasilan tinggi dan pengurangan insentif pajak sektor swasta.

Lonjakan wisatawan asing menjadi latar belakang utama kebijakan ini. Sepanjang 2024, Jepang mencatat rekor 36,87 juta turis mancanegara, didorong oleh melemahnya nilai tukar yen yang membuat biaya perjalanan relatif murah.

Baca Juga :  Studi Ungkap Perempuan Paling Terancam Otomatisasi AI dan Tertinggal dalam Pemanfaatan Teknologi Baru

Destinasi populer di jalur Golden Route seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka menjadi kawasan paling terdampak. Di Kyoto, distrik Gion bahkan menutup sejumlah gang pribadi untuk mencegah turis mengejar dan memotret Geisha secara sembarangan. Transportasi umum pun kerap penuh, menyulitkan aktivitas warga setempat.

Dampak serupa juga terjadi di kawasan alam. Gunung Fuji menghadapi kepadatan pendaki ekstrem saat musim ramai, sehingga pemerintah menerapkan pembatasan kuota harian. Di kota Fujikawaguchiko, penghalang visual bahkan dipasang di depan toko swalayan tertentu demi mencegah turis berfoto sembarangan yang mengganggu lalu lintas lokal.

Berita Terkait

Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung
Kewenangan Adat yang Kian Terpinggirkan: Ketika Pemangku Adat Berhadapan dengan Struktur Formal
Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik
Festival Budaya Kerinci 2025 “Balik Kudahin” Harus Keluar dari Jerat “Pamer Kostum”
Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global
Melihat Kemeriahan Festival Balon Udara di Wonosobo Saat Libur Lebaran

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:27 WIB

Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:30 WIB

Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:03 WIB

Kewenangan Adat yang Kian Terpinggirkan: Ketika Pemangku Adat Berhadapan dengan Struktur Formal

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:30 WIB

Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB