LAM Kerinci Soroti Melemahnya Pasokan Sungai ke Danau Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com — Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mulai memunculkan tanda-tanda krisis ekologis. Salah satu indikator paling nyata adalah menyusutnya debit air Danau Kerinci, yang kini minim pasokan akibat berkurangnya aliran dari sejumlah sungai penyangga utama.

Kondisi ini menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, terutama warga yang menggantungkan hidup pada danau dan sungai sekitar untuk pertanian, perikanan, serta kebutuhan air bersih rumah tangga. Penurunan ketersediaan air dikhawatirkan berdampak langsung pada perekonomian lokal dan ketahanan pangan masyarakat.

Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Provinsi Jambi sebelumnya menjelaskan bahwa penurunan elevasi muka air Danau Kerinci tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga berkaitan dengan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Kepala BWSS VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, menyebutkan bahwa pengaliran air untuk kepentingan uji operasional PLTA telah melalui pembahasan lintas pihak.

“Penurunan muka air terjadi saat uji operasional PLTA PT KMH. Pengaliran air tersebut sudah dibicarakan dalam forum resmi,” ujar Joni, dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, Manajer PLTA PT Kerinci Merangin Hidro, Aslori Ilham, menegaskan bahwa pihaknya hanya membuka satu pintu air dengan debit sekitar 7 hingga 8 meter kubik per detik, jauh di bawah kapasitas normal. Menurutnya, kondisi kemarau justru merugikan pihak PLTA karena terbatasnya pasokan air.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Dugaan Perekrutan Teroris Lewat Game Online

“Danau Kerinci saat ini hanya mendapat suplai dari sungai di wilayah Pulau Tengah. Sungai Batang Merao praktis tidak lagi memberikan pasokan signifikan,” ujar Aslori kepada Media Andalas Group.

Perspektif Adat: Air adalah Amanah Leluhur

Menanggapi situasi tersebut, Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM Kerinci) menilai penyusutan debit Danau Kerinci tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan teknis, melainkan tanda terganggunya keseimbangan alam.

Sekretaris Jenderal LAM Kerinci, Safwandi, Dpt., menegaskan bahwa dalam filosofi adat Kerinci, air merupakan asal mula kehidupan dan penyangga harmoni antara manusia dan alam.

“Dalam adat Kerinci, danau dan sungai adalah titipan untuk anak cucu. Ketika air menyusut, itu pertanda amanah leluhur sedang diabaikan. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi tentang masa depan generasi,” kata Safwandi.

Ia menjelaskan bahwa kearifan lokal Kerinci memandang hutan sebagai ibu air dan sungai sebagai urat nadi kehidupan. Kerusakan hutan dan terganggunya daerah tangkapan air, menurutnya, akan berujung pada melemahnya daya hidup danau.

“Adat mengajarkan ‘hulu dijago, hilir dipeliharo’. Artinya, menjaga sumber air di hulu adalah kunci keselamatan kehidupan di hilir. Setiap pembangunan, termasuk PLTA, wajib tunduk pada prinsip keseimbangan alam,” tegasnya.

Baca Juga :  Air Sungai Meluap di Siulak Deras, Warga Kerinci Pantau Kenaikan Debit Lewat Siaran Live

Safwandi juga mengingatkan filosofi “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang menekankan tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga ciptaan Tuhan. Eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan dinilainya sebagai pelanggaran terhadap nilai adat dan kemanusiaan.

Desakan Langkah Strategis

LAM Kerinci menilai kondisi saat ini sebagai peringatan alam agar seluruh pihak kembali menjadikan kearifan lokal sebagai landasan etis dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan sekadar simbol budaya.

“Jika adat diabaikan, alam akan menagih. Dan ketika alam sudah menagih, rakyatlah yang pertama menanggung akibatnya,” ujar Safwandi.

Ia mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah krisis air yang lebih luas, termasuk pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan mitigasi dini terhadap potensi krisis air bersih.

Selain itu, Safwandi menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak hutan dan daerah tangkapan air.

“Kerusakan lingkungan hanya akan memperparah krisis air. Pengawasan dan penegakan aturan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga adat hingga ke tingkat desa (Dusun),” pungkasnya.

Berita Terkait

Aspirasi Warga Terwujud, dr. Surmila Dorong Pembangunan Jalan di Renah Pemetik
Benarkah PLTA Picu Penyusutan Danau Kerinci? Ini Penjelasan Kerinci Merangin Hidro
Penyusutan Air Danau Kerinci Disorot, Akademisi Desak Transparansi Operasional PLTA
Memancing Berakhir Tragis, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan
Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci
LAM Kerinci Kritik Pola Sosialisasi Karhutla
Polres Kerinci Tegaskan Bahaya Judi Online: Ancaman Finansial hingga Jerat Pidana Mengintai
Laporan Dugaan Korupsi Bandara Depati Parbo Rp24 Miliar Belum Jelas, Disposisi Kejari Sungai Penuh Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:38 WIB

Aspirasi Warga Terwujud, dr. Surmila Dorong Pembangunan Jalan di Renah Pemetik

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:51 WIB

Benarkah PLTA Picu Penyusutan Danau Kerinci? Ini Penjelasan Kerinci Merangin Hidro

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:12 WIB

Penyusutan Air Danau Kerinci Disorot, Akademisi Desak Transparansi Operasional PLTA

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Memancing Berakhir Tragis, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:10 WIB

Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB