Benarkah PLTA Picu Penyusutan Danau Kerinci? Ini Penjelasan Kerinci Merangin Hidro

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – PT Kerinci Merangin Hidro menggelar coffee morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Manager PT Kerinci Merangin Hidro, Asroli, memaparkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin serta menanggapi isu penyusutan air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian publik.

Asroli menjelaskan, kebutuhan air untuk operasional PLTA mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, ia menegaskan bahwa PLTA Merangin tidak hanya mengandalkan pasokan air dari Danau Kerinci. Sebagian besar air pembangkit, kata dia, berasal dari Sungai Batang Merangin beserta anak-anak sungainya.

“PLTA hanya menggunakan sekitar 40 persen air dari Danau Kerinci untuk menggerakkan tiga turbin. Sementara 60 persen lainnya berasal dari aliran Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungai,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyusutan debit air Danau Kerinci bukan disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor iklim, termasuk defisit curah hujan di wilayah daerah tangkapan air danau.

Baca Juga :  Kehadiran Wako Alfin Warnai Kenduri Sko, Bukti Dukungan Pelestarian Adat

Selain itu, Asroli menyebut adanya modifikasi cuaca yang dilakukan pihak terkait sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kondisi hidrologis wilayah Kerinci. Modifikasi tersebut, katanya, bertujuan mengurangi potensi hujan guna menghindari cuaca ekstrem di wilayah Sumatera yang masih dalam tahap pemulihan bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan elevasi dan debit air Danau Kerinci pada awal Januari 2026, lanjutnya, penurunan muka air terjadi secara bertahap dan konsisten. Dari data monitoring yang ada, tidak ditemukan indikasi penurunan ekstrem maupun kondisi yang dinilai tidak wajar.

Menurut analisis hidrologis perusahaan, penurunan muka air danau sejalan dengan kondisi inflow atau aliran air masuk yang relatif rendah dan tidak berkelanjutan. Hal tersebut mencerminkan adanya kekurangan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tangkapan air Danau Kerinci.

Baca Juga :  Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK, Soroti Anggaran Pendidikan untuk Program MBG

Dari grafik perbandingan elevasi muka air, inflow, dan outflow, lanjut Asroli, debit air keluar dari danau tetap dijaga stabil serta disesuaikan dengan ketersediaan air yang masuk. Ia menegaskan tidak terdapat indikasi pelepasan air berlebihan maupun pola operasi yang memicu penurunan signifikan permukaan danau.

Selain itu, data penyerapan energi oleh PLN juga disebut mengalami penurunan seiring dengan kondisi tampungan Waduk Bendungan Kerinci, dan tidak secara langsung mengikuti volume air di Danau Kerinci.

“Berdasarkan kajian hidrologis, penurunan muka air Danau Kerinci merupakan respons alami terhadap kondisi iklim dan rendahnya curah hujan, bukan akibat gangguan teknis ataupun kesalahan pengelolaan sumber daya air,” tegas Asroli.

Pihak perusahaan berharap seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan berkala guna menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan ketersediaan air Danau Kerinci tetap terjaga, terutama menghadapi perubahan iklim di masa mendatang.

Berita Terkait

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara
Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit
PLN Sungai Penuh Jadwalkan Pemadaman Listrik di Kerinci, Berikut Daftar Wilayah Terdampak
Gunung Kerinci Masuk Daftar, Ini 7 Gunung Tertinggi di Indonesia
Longsor Putus Akses Kerinci–Bangko, Jalur Nasional Kini Dibuka Sistem Buka Tutup
Dana Desa 2026 Kabupaten Kerinci Segera Cair, Total Rp76,2 Miliar untuk 285 Desa
Pemkab Kerinci Percepat Digitalisasi Desa 2026, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Transparan
Debit Sungai Melonjak, Bendungan Intake Pendung Semurup Meluap Akibat Hujan Deras

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

PLN Sungai Penuh Jadwalkan Pemadaman Listrik di Kerinci, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Senin, 11 Mei 2026 - 02:00 WIB

Gunung Kerinci Masuk Daftar, Ini 7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:13 WIB

Longsor Putus Akses Kerinci–Bangko, Jalur Nasional Kini Dibuka Sistem Buka Tutup

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB