Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara, Dinilai Sekadar Formalitas Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Parlemen Korea Utara kembali menetapkan Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara dalam sidang terbaru Majelis Rakyat Tertinggi. Pengangkatan ini diumumkan oleh media resmi pemerintah, yang menyebut keputusan tersebut sebagai cerminan kehendak bulat rakyat.

Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pertama masa jabatan ke-15 yang berlangsung pada 22 Maret 2026. Dalam laporan resmi, Kim disebut kembali menduduki jabatan tertinggi negara sekaligus memimpin Komisi Urusan Negara, lembaga yang memegang kendali kebijakan strategis pemerintahan.

Namun, sejumlah pengamat menilai proses pemilihan tersebut hanya bersifat simbolis. Mereka menyebut hasilnya telah ditentukan sebelumnya, sebagai bagian dari upaya mempertahankan legitimasi politik rezim.

“Proses ini merupakan agenda yang telah dirancang dengan hasil yang sudah pasti,” ujar seorang analis dari Institut Analisis Pertahanan Korea. Menurutnya, praktik seperti ini telah menjadi pola dalam kepemimpinan generasi ketiga Korea Utara.

Baca Juga :  Ancaman Terbuka Iran ke AS, Perang Timur Tengah di Ambang Pintu

Kim Jong Un sendiri merupakan pemimpin generasi ketiga dari dinasti politik Korea Utara, yang didirikan oleh Kim Il Sung pada 1948. Ia mulai berkuasa sejak 2011 setelah wafatnya sang ayah, Kim Jong Il.

Foto-foto resmi yang dirilis memperlihatkan Kim duduk di pusat panggung dalam balutan jas formal, dikelilingi pejabat tinggi negara, dengan latar patung besar ayah dan kakeknya.

Sebelum sidang berlangsung, sebanyak 687 anggota parlemen terpilih melalui sistem pemilihan dengan kandidat tunggal yang diajukan oleh partai berkuasa. Hasilnya menunjukkan tingkat persetujuan mencapai 99,93 persen, dengan partisipasi hampir sempurna sebesar 99,99 persen.

Baca Juga :  Tujuh Anak Perempuan Diduga Jadi Korban Kekerasan S3ksual di Perguruan Silat Jambi, Satu Korban H4mil 8 Bulan

Sidang parlemen kali ini juga diperkirakan akan membahas isu strategis, termasuk kemungkinan perubahan konstitusi. Salah satu wacana yang mencuat adalah redefinisi hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan sebagai dua negara yang saling bermusuhan.

Analis menilai pidato Kim dalam sidang tersebut akan menjadi indikator penting arah kebijakan ke depan, terutama terkait isu reunifikasi dan sikap terhadap Seoul. Pergeseran istilah dari “persatuan” ke narasi yang lebih konfrontatif dinilai mencerminkan perubahan pendekatan ideologis pemerintahan.

Pertemuan parlemen ini digelar tak lama setelah konferensi lima tahunan partai berkuasa, yang juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan negara ke depan.

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Senin, 30 Maret 2026 - 07:03 WIB

PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB