Ketegangan Selat Hormuz Mereda, Iran Terapkan Sistem Buka-Tutup untuk Kapal Tanker

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran masih terus berlangsung dan berdampak pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran sempat melakukan blokade yang menyebabkan banyak kapal tanker dari berbagai negara tertahan dan tidak dapat mengangkut minyak.

Situasi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan mendorong sejumlah negara mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), bahkan hingga menaikkan harga energi domestik.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya tanda-tanda meredanya ketegangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa aktivitas di Selat Hormuz mulai kembali terkendali.

Baca Juga :  Iran Tolak Proposal AS, Tetapkan 5 Syarat Ketat untuk Akhiri Perang

Menurutnya, Iran kini menerapkan kebijakan buka-tutup jalur pelayaran, sehingga kapal tanker tetap bisa melintas untuk mengangkut pasokan minyak meskipun situasi geopolitik belum sepenuhnya stabil.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut memberikan angin segar bagi distribusi energi global di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.

Selain itu, Iran juga mulai membuka jalur komunikasi dengan negara-negara yang kapal tankernya sempat tertahan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif dalam upaya menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.

Baca Juga :  Gaza Kembali Digempur Usai Kesepakatan Perdamaian Hamas-Israel Diumumkan

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara tersebut masih belum mendapatkan akses dalam skema pelayaran yang diberlakukan Iran.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan distribusi minyak global dapat kembali berjalan lebih lancar dan tekanan terhadap harga energi dunia dapat berangsur mereda.

 

Berita Terkait

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terbaru