Pribhumi.com — Perubahan kebijakan privasi dalam game Genshin Impact kembali memicu perhatian dan kekhawatiran di kalangan komunitas gamer. Pembaruan ini memunculkan dugaan bahwa pengembang, HoYoverse, dapat mengumpulkan data suara pemain untuk meningkatkan dan melatih sistem kecerdasan buatan (AI) internal mereka.
Topik mengenai penggunaan Generative AI (GenAI) memang masih menjadi perdebatan di industri video game. Banyak pemain yang mulai lebih waspada terhadap bagaimana data pribadi mereka digunakan, terutama setelah adanya perubahan pada kebijakan privasi yang terdeteksi pada Januari 2026.
Awalnya, informasi mengenai perubahan ini muncul melalui diskusi komunitas di platform Reddit. Meski postingan awal sempat dihapus, diskusi tersebut kemudian berlanjut di platform sosial lainnya seperti Bluesky, yang membahas detail perubahan dalam dokumen kebijakan privasi game tersebut.
Dalam versi kebijakan sebelumnya, dijelaskan bahwa jika pemain menggunakan fitur voice chat, maka data suara dapat diproses untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi, keamanan, stabilitas sistem, moderasi konten, dan kepatuhan terhadap hukum.
Namun, pada pembaruan terbaru, penjelasan tersebut diganti dengan pernyataan yang lebih umum. Kini disebutkan bahwa data yang dihasilkan pengguna, termasuk chat dan input lainnya, dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan model AI yang digunakan dalam layanan mereka.
Meski begitu, pihak pengembang juga memberikan opsi bagi pemain untuk menonaktifkan (opt-out) penggunaan data tersebut melalui pengaturan privasi. Pengembang menegaskan bahwa keputusan untuk opt-out tidak akan memengaruhi pengalaman bermain atau fitur utama game.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa data suara pemain benar-benar digunakan untuk melatih AI secara spesifik. Kemungkinan, penggunaan data tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan layanan pelanggan, keamanan, serta moderasi dalam game.
Meski demikian, kekhawatiran pemain tetap dianggap wajar, terutama jika fitur pengumpulan data aktif secara otomatis tanpa disadari oleh pengguna. Transparansi dan kontrol terhadap data pribadi menjadi isu penting yang semakin diperhatikan oleh komunitas gamer di era teknologi AI yang terus berkembang.











