Kebijakan Privasi Baru Genshin Impact Picu Kekhawatiran

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com — Perubahan kebijakan privasi dalam game Genshin Impact kembali memicu perhatian dan kekhawatiran di kalangan komunitas gamer. Pembaruan ini memunculkan dugaan bahwa pengembang, HoYoverse, dapat mengumpulkan data suara pemain untuk meningkatkan dan melatih sistem kecerdasan buatan (AI) internal mereka.

Topik mengenai penggunaan Generative AI (GenAI) memang masih menjadi perdebatan di industri video game. Banyak pemain yang mulai lebih waspada terhadap bagaimana data pribadi mereka digunakan, terutama setelah adanya perubahan pada kebijakan privasi yang terdeteksi pada Januari 2026.

Awalnya, informasi mengenai perubahan ini muncul melalui diskusi komunitas di platform Reddit. Meski postingan awal sempat dihapus, diskusi tersebut kemudian berlanjut di platform sosial lainnya seperti Bluesky, yang membahas detail perubahan dalam dokumen kebijakan privasi game tersebut.

Baca Juga :  Nuzran Joher Desak Pembenahan Pengaduan WNA di Kantor Imigrasi Indonesia

Dalam versi kebijakan sebelumnya, dijelaskan bahwa jika pemain menggunakan fitur voice chat, maka data suara dapat diproses untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi, keamanan, stabilitas sistem, moderasi konten, dan kepatuhan terhadap hukum.

Namun, pada pembaruan terbaru, penjelasan tersebut diganti dengan pernyataan yang lebih umum. Kini disebutkan bahwa data yang dihasilkan pengguna, termasuk chat dan input lainnya, dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan model AI yang digunakan dalam layanan mereka.

Meski begitu, pihak pengembang juga memberikan opsi bagi pemain untuk menonaktifkan (opt-out) penggunaan data tersebut melalui pengaturan privasi. Pengembang menegaskan bahwa keputusan untuk opt-out tidak akan memengaruhi pengalaman bermain atau fitur utama game.

Baca Juga :  DPR Sepakati RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Jadi Usul Inisiatif, Siap Dibawa ke Paripurna

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa data suara pemain benar-benar digunakan untuk melatih AI secara spesifik. Kemungkinan, penggunaan data tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan layanan pelanggan, keamanan, serta moderasi dalam game.

Meski demikian, kekhawatiran pemain tetap dianggap wajar, terutama jika fitur pengumpulan data aktif secara otomatis tanpa disadari oleh pengguna. Transparansi dan kontrol terhadap data pribadi menjadi isu penting yang semakin diperhatikan oleh komunitas gamer di era teknologi AI yang terus berkembang.

Berita Terkait

Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One
Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Tata Tiago 2026 Meluncur, Hatchback Murah Seharga Rp87 Jutaan
Pemerintah Matangkan Implementasi B50 Lewat Uji Teknis di Berbagai Sektor Industri
YellowKey Ancam BitLocker Windows 11, Peneliti Klaim Bisa Bobol Enkripsi Tanpa Password

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:00 WIB

Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Berita Terbaru