Krisis Memori Global Diproyeksi Berlangsung Lama, Industri Elektronik Terancam Tumbang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Krisis memori global yang memicu lonjakan harga perangkat elektronik diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Dampaknya bahkan disebut bisa membuat banyak perusahaan elektronik gulung tikar dan menghentikan lini produksinya.

CEO Phison, Pua Khein Seng, dalam wawancara dengan Next TV, menyampaikan bahwa tekanan pasokan RAM masih akan terasa hingga beberapa tahun ke depan. Ia menilai sejumlah produsen elektronik konsumer berisiko bangkrut jika gagal mengamankan suplai memori yang memadai.

Menurutnya, mulai akhir tahun ini hingga 2026, banyak vendor sistem diprediksi menghentikan produksi karena kekurangan komponen memori. Produksi ponsel disebut bisa turun hingga 200–250 juta unit, sementara produksi PC dan televisi juga akan menyusut signifikan.

Baca Juga :  Ribuan Turis Kapal Pesiar Tertahan di UEA Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Ia memperkirakan konsumen akan lebih sering memperbaiki perangkat lama ketimbang membeli baru akibat harga komponen yang tinggi. Bahkan, sejumlah produsen memori kini meminta pembayaran di muka untuk kontrak hingga tiga tahun, praktik yang sebelumnya jarang terjadi di industri ini.

Secara internal, beberapa produsen memperkirakan kelangkaan memori dapat berlangsung hingga 2030. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan kebutuhan pusat data kecerdasan buatan yang menyerap sebagian besar pasokan memori global.

Baca Juga :  Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Saat ini pasar DRAM dunia didominasi tiga perusahaan besar, yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, yang menguasai sekitar 93 persen pangsa pasar. Ketiganya lebih memprioritaskan produksi memori berteknologi tinggi untuk pusat data AI yang menawarkan margin keuntungan lebih besar dibandingkan segmen konsumer.

Meski tengah membangun fasilitas produksi tambahan, para produsen tersebut tetap berhati-hati untuk tidak melakukan ekspansi berlebihan guna menghindari risiko kelebihan pasokan di masa mendatang.

Berita Terkait

Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Tata Tiago 2026 Meluncur, Hatchback Murah Seharga Rp87 Jutaan
Pemerintah Matangkan Implementasi B50 Lewat Uji Teknis di Berbagai Sektor Industri
YellowKey Ancam BitLocker Windows 11, Peneliti Klaim Bisa Bobol Enkripsi Tanpa Password
VinFast Buka Pemesanan Tiga Motor Listrik di Indonesia, Harga Mulai Rp18 Jutaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:00 WIB

Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WIB

Tata Tiago 2026 Meluncur, Hatchback Murah Seharga Rp87 Jutaan

Berita Terbaru