Jet Tempur F-35 Inggris Hancurkan Drone Iran di Langit Yordania, Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Jet tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak atau drone buatan Iran di wilayah udara Yordania. Insiden ini menandai semakin meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.

Keberhasilan tersebut juga menjadi momen penting bagi militer Inggris, karena untuk pertama kalinya pesawat tempur F-35 RAF berhasil menghancurkan target dalam operasi tempur nyata. Kementerian Pertahanan Inggris bahkan merilis rekaman video yang memperlihatkan detik-detik drone tersebut dihancurkan di udara.

Selain operasi di Yordania, pasukan darat yang dilengkapi sistem pertahanan anti-drone juga berhasil melumpuhkan sejumlah UAV lain di wilayah Irak yang diduga mengancam pasukan koalisi. Di sisi lain, sebuah jet tempur Typhoon milik Inggris juga menghancurkan drone kamikaze yang mengarah ke Qatar menggunakan rudal udara ke udara.

Meski berhasil menggagalkan serangan, penggunaan jet tempur dan rudal canggih dinilai jauh lebih mahal dibandingkan harga drone Iran yang relatif murah. Rudal yang digunakan untuk menghancurkan drone tersebut diperkirakan memiliki nilai berkali-kali lipat dari harga UAV yang menjadi target.

Baca Juga :  Netanyahu Dikabarkan Hilang, Pemerintah Israel Tegaskan PM Tetap Aktif Jalankan Tugas

Menanggapi ancaman yang terus meningkat, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengumumkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan telah mengerahkan kapal perusak Tipe 45, HMS Dragon, untuk memperkuat pertahanan di kawasan Timur Tengah. Kapal perang tersebut akan membantu melindungi pangkalan RAF Akrotiri di Siprus serta meningkatkan keamanan di wilayah Teluk.

HMS Dragon yang bermarkas di Portsmouth dikenal memiliki kemampuan pertahanan udara canggih, termasuk kemampuan mencegat rudal balistik dan rudal jelajah. Kapal itu dijadwalkan segera berlayar dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari untuk mencapai wilayah operasi.

Selain kapal perang, Inggris juga mengirim dua helikopter Wildcat yang dipersenjatai rudal khusus untuk menghadapi ancaman drone.

Detik-detik Penembakan Drone

Dalam operasi tersebut, seorang pilot F-35 RAF terbang selama sekitar empat jam bersama dua jet tempur Typhoon sebelum akhirnya radar pesawat mendeteksi dua drone Shahed di langit Yordania. Setelah memastikan identitas target, pilot F-35 tersebut meluncurkan dua rudal ASRAAM yang langsung menghancurkan kedua drone tersebut.

Baca Juga :  Iran Tolak Proposal AS, Tetapkan 5 Syarat Ketat untuk Akhiri Perang

Keberhasilan ini menjadikannya sebagai pilot F-35 pertama dari RAF yang berhasil menjatuhkan target musuh dalam pertempuran.

Pilot tersebut mengungkapkan bahwa misi itu memiliki tingkat risiko tinggi karena wilayah udara saat itu dipenuhi berbagai pesawat militer milik Amerika Serikat dan Israel.

“Ada banyak aset militer dari Amerika dan Israel yang beroperasi di area tersebut. Prioritas utama saya adalah memastikan identitas target dengan benar sebelum menembak,” ujarnya.

Menurut pejabat militer, drone tersebut diduga diluncurkan oleh kelompok Hizbullah yang didukung Iran dari wilayah Lebanon. Drone itu diyakini mengarah ke hanggar yang digunakan untuk menyimpan pesawat pengintai milik Amerika Serikat.

UAV tersebut sempat lolos dari sistem pertahanan pangkalan karena ukurannya kecil dan kecepatannya relatif rendah, sehingga lebih sulit terdeteksi oleh sistem radar konvensional.

 

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka
Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB