Influencer Bepergian Saat Terkena Campak, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada dan Lakukan Pemantauan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Jagat media sosial belakangan diramaikan dengan kabar seorang influencer yang tetap melakukan perjalanan meskipun sedang menderita campak. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran publik, terutama bagi orang-orang yang sempat berinteraksi langsung dengannya saat kondisi sakit.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyayangkan perilaku tersebut. Ia menegaskan bahwa seseorang yang sedang sakit seharusnya membatasi aktivitas di luar rumah hingga benar-benar pulih, guna mencegah penularan kepada orang lain.

Menurut Andi, masyarakat yang merasa pernah bertemu atau berinteraksi dengan orang yang sedang mengalami campak disarankan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.

Baca Juga :  Polda Kalimantan Selatan Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp12,4 Miliar

“Bagi yang sempat bertemu ketika orang tersebut dalam kondisi sakit, sebaiknya melakukan pemantauan kesehatan mandiri,” ujar Andi dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, apabila dalam beberapa waktu setelah kontak muncul gejala seperti demam atau tanda-tanda lain yang mengarah pada campak, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Campak memang lebih sering terjadi pada anak-anak, namun orang dewasa tetap memiliki risiko terinfeksi penyakit tersebut. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan bagi semua kelompok usia.

Baca Juga :  Terseret Arus Kuat Sungai, Korban Laka Tunggal di Muara Hemat Ditemukan Berjarak 40 KM Dari Titik Kecelakaan

Andi juga mengingatkan bahwa seseorang yang mengalami gejala suspek campak sebaiknya tidak melakukan perjalanan atau aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu. Hal ini penting untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit.

Menurutnya, aktivitas di tempat umum atau kerumunan dapat memperbesar kemungkinan penularan campak kepada orang lain.

“Ketika orang yang sakit tetap beraktivitas di luar rumah dan bertemu banyak orang, potensi penularannya tentu akan semakin besar. Karena itu, kasus yang masih suspek sebaiknya tidak bepergian,” tegasnya.

Berita Terkait

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan
Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung
Cara Terbaik Mengolah Ubi Jalar Agar Nutrisi Tetap Maksimal
Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah? Simak Fakta Sleep Wrinkles dan Cara Mencegahnya
10 Menu Pendamping Daging Kurban Anti Kolesterol

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:00 WIB

7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:49 WIB

Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Berita Terbaru