Pribhumi.com – Pejabat Pertahanan Sipil Gaza, Mohammed Al-Mughayyir, pada Kamis (9/10) mengungkapkan bahwa wilayah kantong Palestina Gaza kembali mengalami serangan udara hanya beberapa jam setelah pengumuman kesepakatan perdamaian tahap pertama antara Hamas dan Israel.
Menurut Al-Mughayyir, serangan tersebut terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Gaza bagian utara, sesaat setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan.
“Sejak kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan di Gaza diumumkan tadi malam, sejumlah ledakan telah dilaporkan, terutama di wilayah-wilayah Gaza utara,” ujarnya seperti dikutip kantor berita AFP.
Kesepakatan ini merupakan tahap awal dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada Rabu (8/10) menyampaikan bahwa kedua pihak telah menandatangani perjanjian yang diharapkan menjadi langkah menuju penghentian konflik panjang di wilayah tersebut.
Pihak Hamas kemudian mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan ketegangan belum sepenuhnya mereda. Warga Gaza dilaporkan masih mendengar dentuman dan serangan udara di beberapa lokasi, menandakan proses menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar.










