Jakarta, Pribhumi.com — Anggapan bahwa membedong bayi dapat memperbaiki bentuk kaki agar tidak menjadi O atau X dipastikan hanyalah mitos. Dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak lulusan Universitas Indonesia, Dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K), menegaskan praktik membedong terlalu rapat justru berisiko mengganggu pertumbuhan panggul bayi.
Dalam temu media di Jakarta, Rabu, dr. Aulia menjelaskan bahwa kaki bayi yang tampak berbentuk O (genu varum) atau X (genu valgum) merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi sejak lahir. Seiring pertambahan usia, bentuk kaki tersebut umumnya akan membaik secara alami tanpa memerlukan intervensi khusus.
“Pandangan bahwa bedong bisa meluruskan kaki bayi itu tidak benar. Bahkan, studi menunjukkan membedong terlalu ketat dapat berdampak negatif pada sendi panggul,” ujar dr. Aulia yang juga berpraktik di RS Pondok Indah–Puri Indah.
Ia menambahkan, kondisi kaki yang tidak mengalami perubahan bisa saja dipengaruhi oleh faktor keturunan. Namun, membatasi gerak kaki bayi dengan bedong ketat justru dapat menyebabkan pergeseran posisi bonggol panggul ke arah luar.
Dampak jangka panjangnya, lanjut dia, dapat memengaruhi keaktifan anak saat tumbuh besar. Perbedaan panjang kaki berpotensi terjadi sehingga ruang gerak panggul menjadi terbatas dan pola berjalan anak dapat berubah.
“Jika dibiarkan, pola jalan anak bisa menjadi tidak normal karena adanya perbedaan panjang kaki,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Aulia tidak melarang praktik membedong selama dilakukan secara longgar dan tetap memberi ruang bagi bayi untuk bergerak dengan nyaman.
Selain soal bedong, ia juga menyoroti kebiasaan anak duduk dalam posisi W. Posisi ini dapat memengaruhi sudut dan pertumbuhan panggul karena kaki diputar ke arah dalam secara berlebihan.
“Kalau terlalu sering duduk W, anak akan terbiasa memutar kakinya ke dalam. Akibatnya, saat berjalan kakinya mengarah ke dalam atau yang dikenal dengan kondisi intoeing,” paparnya.
Untuk mencegah hal tersebut, orang tua disarankan membiasakan anak duduk bersila atau duduk di kursi agar posisi panggul dan kaki berkembang secara optimal.










