Bedong Rapat Disebut Mitos Bantu Bentuk Kaki Bayi, Dokter Ortopedi Anak Ingatkan Risiko Gangguan Panggul

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Anggapan bahwa membedong bayi dapat memperbaiki bentuk kaki agar tidak menjadi O atau X dipastikan hanyalah mitos. Dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak lulusan Universitas Indonesia, Dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K), menegaskan praktik membedong terlalu rapat justru berisiko mengganggu pertumbuhan panggul bayi.

Dalam temu media di Jakarta, Rabu, dr. Aulia menjelaskan bahwa kaki bayi yang tampak berbentuk O (genu varum) atau X (genu valgum) merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi sejak lahir. Seiring pertambahan usia, bentuk kaki tersebut umumnya akan membaik secara alami tanpa memerlukan intervensi khusus.

“Pandangan bahwa bedong bisa meluruskan kaki bayi itu tidak benar. Bahkan, studi menunjukkan membedong terlalu ketat dapat berdampak negatif pada sendi panggul,” ujar dr. Aulia yang juga berpraktik di RS Pondok Indah–Puri Indah.

Baca Juga :  11 Resep Jus Penurun Kolesterol yang Cocok Dikonsumsi Usai Lebaran

Ia menambahkan, kondisi kaki yang tidak mengalami perubahan bisa saja dipengaruhi oleh faktor keturunan. Namun, membatasi gerak kaki bayi dengan bedong ketat justru dapat menyebabkan pergeseran posisi bonggol panggul ke arah luar.

Dampak jangka panjangnya, lanjut dia, dapat memengaruhi keaktifan anak saat tumbuh besar. Perbedaan panjang kaki berpotensi terjadi sehingga ruang gerak panggul menjadi terbatas dan pola berjalan anak dapat berubah.

“Jika dibiarkan, pola jalan anak bisa menjadi tidak normal karena adanya perbedaan panjang kaki,” jelasnya.

Baca Juga :  Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci

Meski demikian, dr. Aulia tidak melarang praktik membedong selama dilakukan secara longgar dan tetap memberi ruang bagi bayi untuk bergerak dengan nyaman.

Selain soal bedong, ia juga menyoroti kebiasaan anak duduk dalam posisi W. Posisi ini dapat memengaruhi sudut dan pertumbuhan panggul karena kaki diputar ke arah dalam secara berlebihan.

“Kalau terlalu sering duduk W, anak akan terbiasa memutar kakinya ke dalam. Akibatnya, saat berjalan kakinya mengarah ke dalam atau yang dikenal dengan kondisi intoeing,” paparnya.

Untuk mencegah hal tersebut, orang tua disarankan membiasakan anak duduk bersila atau duduk di kursi agar posisi panggul dan kaki berkembang secara optimal.

Berita Terkait

Tidur Siang Bisa Picu Insomnia? Ini Durasi Ideal agar Tetap Sehat
Kecerdasan Manusia Ternyata Bukan dari Satu Bagian Otak, Ini Temuan Terbaru Ilmuwan
Panduan Gym untuk Pemula: 5 Cara Efektif Memulai Tanpa Takut Salah
7 Kebiasaan yang Kerap Dikaitkan dengan IQ Rendah, Benarkah Jadi Penentu Kecerdasan?
5 Makanan Penunjang Kesehatan Otak, Ahli Gizi Sarankan Konsumsi Rutin
Jangan Asal Cuci! Ini Cara Tepat Menyimpan Telur di Kulkas Agar Tetap Aman
Manfaat Habbatussauda untuk Kesehatan: Herbal Alami dengan Segudang Khasiat
Waspadai Kanker Ginjal: Gejala Awal Sering Tak Terasa, Ini Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 13:00 WIB

Tidur Siang Bisa Picu Insomnia? Ini Durasi Ideal agar Tetap Sehat

Minggu, 5 April 2026 - 11:00 WIB

Kecerdasan Manusia Ternyata Bukan dari Satu Bagian Otak, Ini Temuan Terbaru Ilmuwan

Sabtu, 4 April 2026 - 17:00 WIB

Panduan Gym untuk Pemula: 5 Cara Efektif Memulai Tanpa Takut Salah

Jumat, 3 April 2026 - 23:59 WIB

7 Kebiasaan yang Kerap Dikaitkan dengan IQ Rendah, Benarkah Jadi Penentu Kecerdasan?

Jumat, 3 April 2026 - 11:00 WIB

5 Makanan Penunjang Kesehatan Otak, Ahli Gizi Sarankan Konsumsi Rutin

Berita Terbaru