Jambi, Pribhumi.com – Banyak orang kerap merasa khawatir saat menemukan bawang putih berubah warna menjadi kebiruan atau kehijauan, terutama saat digunakan dalam masakan. Perubahan warna yang mencolok ini sering dianggap sebagai tanda bawang sudah rusak atau terkontaminasi zat berbahaya.
Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa fenomena tersebut justru merupakan reaksi alami yang tidak berbahaya. Perubahan warna biasanya terjadi ketika bawang putih direndam atau dimasak bersama bahan yang bersifat asam, seperti cuka.
Mengutip laporan dari media internasional, reaksi ini dipicu oleh senyawa alami dalam bawang putih, termasuk pigmen antosianin, yang bereaksi dengan kondisi asam. Selain itu, bawang putih yang masih muda, bertunas, atau sudah lama disimpan cenderung lebih mudah mengalami perubahan warna.
Faktor lain seperti kandungan logam dalam air atau peralatan memasak juga dapat mempercepat munculnya warna hijau atau biru. Dalam kajian ilmu pangan, reaksi enzim antara senyawa sulfur alami seperti allicin dan enzim alliinase turut berperan dalam proses perubahan warna tersebut.
Meski terlihat tidak biasa, bawang putih yang berubah menjadi biru atau hijau tetap aman untuk dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan seperti bau menyengat atau tekstur yang lembek.
Perubahan warna ini umumnya hanya memengaruhi tampilan, bukan kualitas atau keamanan pangan. Namun, bagi yang ingin menghindari perubahan warna, disarankan menggunakan bawang putih segar yang sudah matang sempurna, terutama saat mengolah makanan berbahan asam seperti acar.











