Pemda Diminta Percepat Eliminasi TBC, Wamendagri Tekankan Peran Kepemimpinan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC). Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.

Menurutnya, keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada program pusat, tetapi juga pada komitmen dan kepemimpinan di tingkat daerah. Ia mendorong agar kebijakan penanganan TBC dapat terintegrasi secara menyeluruh dalam perencanaan pembangunan serta penganggaran di daerah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Wiyagus menjelaskan bahwa TBC bukan sekadar persoalan kesehatan. Penyakit ini juga berdampak luas terhadap produktivitas masyarakat, tingkat kemiskinan, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika tidak ditangani serius, TBC berpotensi menghambat laju pembangunan nasional.

Baca Juga :  Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 yang digelar di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ia menambahkan bahwa komitmen pemerintah dalam menangani TBC telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Regulasi ini menjadi dasar bagi Pemda untuk mengambil langkah konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.

Lebih lanjut, Wiyagus mengingatkan agar percepatan penanggulangan TBC diwujudkan melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup penguatan perencanaan, peningkatan alokasi anggaran, serta pemberdayaan perangkat daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Antisipasi DBD, Puskesmas Semurup Turun Langsung Lakukan Fogging

Dengan strategi yang terintegrasi, penanganan TBC diharapkan dapat berjalan lebih efektif, mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga pencegahan.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang masih berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Kondisi ini menuntut langkah yang lebih cepat, masif, dan terkoordinasi melalui kolaborasi lintas sektor.

“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar target eliminasi TBC dapat tercapai secara bersama-sama,” tegasnya.

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terbaru