Polri Bongkar Modus Penyelewengan BBM dan Elpiji Subsidi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri mengungkap berbagai praktik ilegal dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi yang merugikan negara serta masyarakat.

Brigjen Mohammad Irhamni dari Dirtipidter menjelaskan bahwa modus yang paling sering ditemukan adalah pembelian berulang BBM subsidi jenis solar di sejumlah SPBU. BBM tersebut kemudian ditimbun di lokasi tertentu sebelum dijual kembali ke pihak industri dengan harga nonsubsidi yang jauh lebih tinggi.

Menurutnya, selisih harga yang signifikan membuat praktik ini sangat menggiurkan. Harga solar subsidi yang jauh lebih murah dibandingkan harga industri menjadi celah keuntungan besar bagi pelaku.

Baca Juga :  KUHP Baru dan Restorative Justice: Saatnya DPRD Kerinci Gunakan Hak Inisiatif Perda Adat

Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar agar dapat mengangkut lebih banyak BBM. Selain itu, mereka juga memanfaatkan pelat nomor kendaraan palsu untuk mengelabui sistem barcode yang digunakan dalam pengawasan distribusi BBM.

Irhamni juga mengungkapkan bahwa praktik ini kerap melibatkan kerja sama dengan oknum petugas SPBU, sehingga memudahkan pelaku dalam melakukan aksinya secara berulang.

Sementara itu, dalam kasus elpiji, modus yang digunakan adalah memindahkan isi tabung gas bersubsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi berukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Gas tersebut kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi seolah-olah merupakan produk nonsubsidi.

Baca Juga :  Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Polri menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan secara terintegrasi antara Bareskrim dan jajaran Polda di seluruh Indonesia. Penindakan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga memburu jaringan distribusi ilegal yang lebih luas dan terorganisir.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga kedaulatan energi nasional serta memastikan subsidi pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

 

Berita Terkait

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan
Polemik Yayasan Nurul Quran Kerinci Memanas, Aderman dan Yayasan Beda Versi soal Rapat Perubahan Akta”

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai

Berita Terbaru