JAKARTA, Pribhumi.com — Badan antariksa NASA resmi meluncurkan misi bersejarah Artemis II dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat. Misi ini menjadi tonggak penting karena merupakan penerbangan berawak pertama menuju Bulan dalam lebih dari setengah abad.
Roket Space Launch System (SLS) lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat, atau Kamis (2/4) pukul 05.35 WIB. Peluncuran ini menandai dimulainya kembali eksplorasi manusia ke ruang angkasa dalam sejak era Apollo.
Dalam misi ini, empat astronaut turut serta, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka menggunakan wahana antariksa Orion spacecraft untuk mengelilingi Bulan tanpa melakukan pendaratan.
Misi ini juga mencetak sejarah baru, dengan keterlibatan Koch sebagai perempuan pertama dan Glover sebagai astronaut kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan.
Selama kurang lebih 10 hari perjalanan, kru akan menjalankan berbagai pengujian penting, termasuk sistem navigasi, teknologi komunikasi laser berkecepatan tinggi, serta manuver orbit yang akan menjadi standar baru dalam eksplorasi luar angkasa.
Artemis II merupakan bagian dari Artemis Program dan menjadi misi berawak pertama dalam program tersebut. Selain itu, ini juga menjadi penerbangan perdana SLS dengan awak manusia.
Misi ini memiliki tujuan utama untuk menguji sistem pendukung kehidupan pada Orion, sebagai langkah persiapan sebelum misi pendaratan manusia di Bulan dalam Artemis III mendatang. Pola misi ini mengingatkan pada Apollo 8 yang juga mengorbit Bulan tanpa mendarat.











