Apakah Earphone Bluetooth Membahayakan Otak?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Penggunaan earphone bluetooth semakin populer karena dinilai praktis dan tanpa kabel. Meski demikian, tidak sedikit orang yang merasa khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan otak akibat paparan radiasi.

Menanggapi hal tersebut, dosen dari IPB University, dr. Widya Eka Nugraha, MSi Med, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti medis yang memastikan bahwa earphone bluetooth berbahaya bagi otak jika digunakan sesuai standar.

Ia menerangkan bahwa perangkat bluetooth memancarkan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang termasuk dalam kategori radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan sinar-X yang bersifat ionisasi dan dapat merusak jaringan tubuh.

Baca Juga :  Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Menurutnya, dampak radiasi sangat bergantung pada jenisnya, seberapa besar paparan, lamanya penggunaan, serta jarak sumber radiasi dari tubuh. Pada paparan RF dengan level rendah seperti pada perangkat bluetooth, efek biologis yang mungkin terjadi hanyalah pemanasan jaringan dalam skala sangat kecil.

Berbagai perangkat yang beredar di pasaran umumnya telah memenuhi standar keamanan internasional. Bahkan, hasil penelitian yang dirujuk oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa tingkat paparan RF dari perangkat konsumen berada di bawah ambang batas yang dianggap berisiko bagi kesehatan manusia.

Meski demikian, risiko tetap bisa muncul jika penggunaannya tidak bijak. Bahaya yang lebih nyata justru berasal dari volume suara yang terlalu tinggi, yang dapat merusak pendengaran secara bertahap. Selain itu, memakai earphone saat berkendara atau dalam situasi yang membutuhkan konsentrasi penuh juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga :  Pemprov Sumut Buka Seleksi Anggota Komisi Informasi 2026-2030

Para ahli menyarankan agar penggunaan earphone dilakukan dengan volume sedang, tidak terlalu lama, serta tetap menjaga kebersihannya. Jika muncul keluhan seperti telinga nyeri, berdenging terus-menerus, keluar cairan, atau penurunan pendengaran, sebaiknya segera menghentikan pemakaian dan memeriksakan diri ke tenaga medis.

Dengan penggunaan yang tepat dan sesuai aturan, earphone bluetooth dinilai tetap aman dan tidak terbukti membahayakan otak.

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terbaru