Jakarta, Pribhumi.com – Obesitas pada anak kini semakin sering ditemukan dan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Banyak orang tua mengira penyebab utama kondisi ini hanya karena konsumsi makanan cepat saji, padahal kebiasaan sehari-hari seperti pola makan yang tidak seimbang juga dapat memicu kenaikan berat badan berlebih pada anak.
Masalah ini turut menjadi fokus dalam berbagai kegiatan edukasi gizi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan anak. Edukasi tersebut menekankan bahwa pengaturan asupan nutrisi yang tepat sangat penting agar pertumbuhan anak tetap berjalan optimal meskipun memiliki berat badan berlebih.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa salah satu hal yang sering terabaikan oleh orang tua adalah pengaturan porsi makan. Anak yang sudah mengalami obesitas tetap membutuhkan nutrisi yang cukup, namun jumlah kalori yang dikonsumsi harus diperhatikan agar tidak semakin meningkatkan berat badan.
Kebiasaan minum susu juga perlu mendapat perhatian khusus. Susu memang dikenal sebagai minuman yang baik untuk mendukung pertumbuhan anak, tetapi pada anak yang mengalami obesitas, jumlah konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan karena juga menyumbang kalori harian.
Jika dikonsumsi terlalu banyak, susu dapat meningkatkan total energi yang masuk ke dalam tubuh dan berpotensi mempercepat penambahan berat badan. Oleh karena itu, pemberian susu harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.
Dokter spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja menjelaskan bahwa anak dengan obesitas sebaiknya tidak mengonsumsi susu dalam jumlah terlalu banyak setiap hari. Batas konsumsi yang dianjurkan adalah tidak lebih dari sekitar 450 mililiter per hari.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak orang tua yang memberikan susu hingga satu liter per hari karena menganggapnya dapat membantu pertumbuhan tinggi badan atau menambah berat badan secara sehat. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan bagi anak yang sudah mengalami kelebihan berat badan.
Selain membatasi jumlah konsumsi, jenis susu yang diberikan juga perlu diperhatikan. Pada anak obesitas sebaiknya tidak diberikan susu dengan kandungan kalori tinggi. Orang tua dapat memilih susu segar biasa dengan jumlah yang tetap dibatasi agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi tanpa menambah kalori secara berlebihan.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, pemilihan makanan sehat, serta aktivitas fisik yang cukup, anak yang mengalami obesitas masih memiliki peluang untuk tetap tumbuh dan berkembang secara optimal.











