Adab Menerima Tamu Saat Lebaran Sesuai Sunnah, Muslim Wajib Tahu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Tradisi berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, dan tetangga sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Selain itu, banyak pula masyarakat yang menggelar acara kumpul keluarga atau open house untuk mempererat tali silaturahmi.

Dalam Islam, menerima tamu bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari ibadah yang dianjurkan. Seorang muslim diajarkan untuk memuliakan tamu sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.

Mengacu pada ajaran Nabi Muhammad SAW, memuliakan tamu merupakan salah satu tanda keimanan. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari).

Memuliakan tamu tidak hanya sebatas menyuguhkan makanan, tetapi juga mencakup sikap dan perlakuan yang baik selama tamu berada di rumah. Hal ini dijelaskan dalam berbagai literatur keislaman, termasuk karya para ulama yang menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Pembahasan RUU Haji dikebut, kuota haji setingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh menteri

Berikut beberapa adab menerima tamu yang dapat diterapkan, terutama saat momen Lebaran:

1. Menyambut dengan Senyuman

Tuan rumah dianjurkan menyambut tamu dengan wajah ceria dan penuh keikhlasan. Senyuman menjadi bentuk penghormatan sederhana yang mampu menciptakan suasana hangat.

2. Bersikap Ramah dan Sopan

Ucapan yang baik dan tutur kata yang lembut akan membuat tamu merasa dihargai. Keramahan menjadi kunci utama dalam membangun kenyamanan.

3. Tidak Membedakan Tamu

Baca Juga :  Perda Adat Kerinci Mandek, LAM Pertanyakan Komitmen Pemimpin Daerah

Islam mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan tamu berdasarkan status sosial, ekonomi, maupun jabatan. Semua tamu harus diperlakukan dengan adil dan penuh hormat.

4. Mempersilakan Masuk dan Duduk

Tamu hendaknya dipersilakan masuk serta disediakan tempat duduk yang layak dan nyaman sebagai bentuk penghormatan.

5. Menyajikan Hidangan

Menyuguhkan makanan dan minuman menjadi bentuk jamuan yang dianjurkan. Tidak harus mewah, yang terpenting adalah sesuai kemampuan dan disajikan dengan niat tulus.

Dengan menerapkan adab-adab tersebut, momen silaturahmi saat Lebaran tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga bernilai ibadah. Hal ini sekaligus mempererat hubungan antar sesama dalam suasana penuh berkah.

 

Berita Terkait

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan
Haji Furoda: Solusi Berangkat Haji Tanpa Antre, Ini Penjelasan dan Aturan Lengkapnya
Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu
Makna Ulul Azmi dan Kisah 5 Rasul Pilihan dengan Keteguhan Luar Biasa
Keutamaan Ayat 1000 Dinar: Amalan Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar dari Kesulitan
Amalan Sunah Bulan Syawal: Raih Pahala Setara Puasa Setahun
Puasa Syawal 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Besar yang Setara Puasa Setahun
Nikah Sirri di Era Modern: Antara Sah Secara Syariat dan Risiko Secara Hukum

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:59 WIB

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 - 21:00 WIB

Haji Furoda: Solusi Berangkat Haji Tanpa Antre, Ini Penjelasan dan Aturan Lengkapnya

Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB

Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:11 WIB

Makna Ulul Azmi dan Kisah 5 Rasul Pilihan dengan Keteguhan Luar Biasa

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Keutamaan Ayat 1000 Dinar: Amalan Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar dari Kesulitan

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB