JAMBI, Pribhumi.com – Industri bedah plastik dan estetika di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini ditandai dengan semakin banyaknya klinik kecantikan internasional, khususnya dari Korea Selatan, yang membuka layanan di Indonesia dan menawarkan berbagai prosedur estetika modern.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap bedah plastik, ahli bedah plastik dan rekonstruksi estetik asal Jakarta, Dr. Enrina Diah, Sp.B.P.R.E (K), mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada popularitas klinik atau tren yang berkembang di media sosial. Menurutnya, faktor keamanan, legalitas, kompetensi dokter, serta layanan pascaoperasi harus menjadi pertimbangan utama sebelum menjalani prosedur estetika.
Pendiri Ultimo Clinic tersebut menegaskan bahwa pasien perlu mengetahui secara jelas siapa dokter yang akan melakukan tindakan medis dan bagaimana tanggung jawab dokter tersebut apabila terjadi komplikasi di kemudian hari.
“Pertanyaan terpenting bukan hanya soal klinik yang terkenal, tetapi siapa dokter yang akan melakukan prosedur dan apakah ia dapat memberikan pendampingan jangka panjang,” ujarnya.
Legalitas Dokter Harus Menjadi Prioritas
Masuknya klinik asing ke Indonesia dinilai sebagai perkembangan positif bagi industri estetika nasional. Namun, Dr. Enrina menekankan pentingnya memastikan dokter yang praktik memiliki izin yang sah sesuai regulasi Indonesia.
Pasien disarankan memeriksa apakah dokter memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang berlaku di Indonesia. Kejelasan status hukum dan tanggung jawab dokter menjadi aspek penting apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan setelah operasi.
Pastikan Ditangani Dokter Spesialis yang Kompeten
Selain legalitas, pasien juga perlu memastikan bahwa tindakan bedah plastik dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik yang memiliki kualifikasi resmi. Dokter harus memiliki gelar Sp.B.P.R.E, terdaftar dalam organisasi profesi, serta memiliki STR aktif yang dapat diverifikasi.
Menurut Dr. Enrina, pengalaman dokter dalam menangani prosedur tertentu juga sangat penting. Karena itu, pasien tidak perlu ragu menanyakan jumlah tindakan yang pernah dilakukan dokter serta meminta contoh hasil operasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Standar Kecantikan Tidak Selalu Sama
Dr. Enrina juga mengingatkan bahwa standar kecantikan yang populer di Korea Selatan belum tentu sesuai dengan karakter wajah masyarakat Indonesia. Setiap individu memiliki struktur wajah yang berbeda sehingga pendekatan estetika harus disesuaikan secara personal.
Ia menilai dokter yang memahami karakteristik wajah Asia Tenggara akan lebih mampu memberikan hasil yang harmonis dan natural dibandingkan sekadar mengikuti tren kecantikan luar negeri.
Bangun Ekspektasi yang Realistis
Banyak pasien datang dengan membawa foto artis Korea atau selebritas Hollywood sebagai referensi. Namun, menurut Dr. Enrina, tujuan bedah plastik bukanlah mengubah seseorang menjadi orang lain, melainkan memperbaiki dan mengoptimalkan penampilan sesuai karakter wajah masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa hasil operasi estetik juga membutuhkan waktu untuk terlihat sempurna. Pada beberapa prosedur seperti facelift, pembengkakan masih dapat terjadi selama beberapa minggu setelah tindakan. Hasil optimal umumnya baru terlihat dalam rentang tiga hingga enam bulan dan terus berkembang hingga satu tahun pascaoperasi.
Pentingnya Layanan Aftercare
Salah satu aspek yang sering diabaikan pasien adalah perawatan setelah operasi. Padahal, keberhasilan bedah plastik tidak hanya ditentukan oleh proses tindakan, tetapi juga kualitas pendampingan selama masa pemulihan.
Dr. Enrina menjelaskan bahwa beberapa prosedur memerlukan pemantauan hingga berbulan-bulan untuk memastikan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, pasien perlu memastikan dokter dan klinik tetap dapat dihubungi apabila dibutuhkan konsultasi atau tindakan koreksi.
Menurutnya, layanan aftercare yang baik mampu membantu proses penyembuhan dan meminimalkan risiko komplikasi yang dapat memengaruhi hasil akhir operasi.
Ia juga mengingatkan bahwa iklim tropis Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses penyembuhan luka. Paparan sinar matahari berlebih dan tingkat kelembapan yang tinggi dapat memengaruhi kualitas bekas luka, sehingga pasien perlu menggunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan menghindari paparan matahari langsung selama masa pemulihan.
Dengan semakin berkembangnya industri estetika di Indonesia, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih dokter dan klinik. Keputusan menjalani bedah plastik tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keamanan, serta kualitas hidup dalam jangka panjang.






