Berteduh Saat Hujan, Tujuh Buruh Kebun Jadi Korban Sambaran Petir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARA ENIM, Pribhumi.com – Peristiwa tragis terjadi di kawasan kebun sawit Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Tujuh pekerja kebun wanita tersambar petir saat berteduh di sebuah pondok pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, satu orang pekerja bernama Rena Agustina (35) meninggal dunia. Sementara enam korban lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Prabumulih.

Korban selamat diketahui bernama Sunarti (53), Purwanti (43), Fini Famala (30), Opinia (26), Enti Ertika (48), dan Dela Agelia (26).

Baca Juga :  Warga Renah Pemetik Tandu Jenazah Puluhan Kilometer, Kerusakan Jalan Kerinci Kembali Jadi Sorotan

Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP M Adrian, menjelaskan bahwa para korban saat itu tengah bekerja membersihkan lahan sawit dengan sistem borongan sejak siang hari.

Namun, kondisi cuaca di lokasi tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras disertai petir membuat ketujuh pekerja tersebut memutuskan berteduh di sebuah pondok yang berada di sekitar area kebun.

“Tidak lama setelah mereka berteduh, petir langsung menyambar pondok tersebut hingga para korban terpental dan beberapa di antaranya pingsan,” ujar Adrian, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga :  Alyssa Daguise Mulai Kontraksi, Al Ghazali Bersiap Sambut Anak Pertama

Usai kejadian, salah satu korban yang masih sadar, Fini Famala, segera meminta bantuan kepada warga sekitar kebun. Warga kemudian datang untuk mengevakuasi seluruh korban menuju RSUD Prabumulih guna mendapatkan penanganan medis.

Pihak kepolisian menyebutkan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sambaran petir, sementara enam korban lainnya masih dalam penanganan tim medis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pekerja lapangan, agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera mencari tempat aman saat hujan disertai petir terjadi.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026
Bocah 7 Tahun Diduga Hanyut di Drainase Kota Jambi Saat Mandi Hujan
Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Danau Kerinci Barat, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh
Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara
Safwandi, Tokoh Adat dan Media Lokal yang Konsisten Jaga Identitas Budaya Kerinci
Penyelundupan 375 Gram Emas Ilegal Digagalkan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Warga Muaro Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel
Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:00 WIB

Berteduh Saat Hujan, Tujuh Buruh Kebun Jadi Korban Sambaran Petir

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:02 WIB

LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

Bocah 7 Tahun Diduga Hanyut di Drainase Kota Jambi Saat Mandi Hujan

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:31 WIB

Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Danau Kerinci Barat, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Berita Terbaru