JAMBI, Pribhumi.com – Tempe tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional khas Indonesia yang kaya protein, tetapi juga disebut memiliki manfaat besar bagi kesehatan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tempe berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer.
Alzheimer’s disease merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyerang sel saraf otak secara bertahap. Penyakit ini menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, hingga gangguan perilaku yang semakin memburuk seiring waktu.
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Ethnic Foods, Alzheimer termasuk penyakit kronis yang berkaitan dengan kerusakan dan kematian sel saraf di otak.
Jumlah Penderita Alzheimer Terus Meningkat
World Health Organization (WHO) mencatat jutaan orang di dunia mengalami demensia, termasuk Alzheimer. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita Alzheimer diperkirakan mencapai 1,2 juta orang dan diprediksi meningkat tajam dalam beberapa dekade mendatang.
Penelitian tersebut menyebut jumlah penderita dapat mencapai sekitar 4 juta orang pada tahun 2050 apabila tidak dilakukan langkah pencegahan sejak dini.
Selain faktor usia, perkembangan Alzheimer juga dipengaruhi faktor genetik. Para peneliti memperkirakan sekitar 70 persen risiko penyakit ini berkaitan dengan faktor keturunan dan sejumlah gen tertentu yang memengaruhi fungsi saraf otak.
Kandungan Tempe Diyakini Baik untuk Kesehatan Otak
Tempe diketahui mengandung senyawa bioaktif isoflavon yang memiliki sifat antioksidan tinggi. Kandungan tersebut dipercaya mampu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif yang menjadi salah satu pemicu penyakit kronis dan neurodegeneratif.
Selain itu, minyak hasil ekstraksi tempe kedelai putih disebut memiliki kandungan lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6 yang berpotensi membantu menekan perkembangan gen terkait Alzheimer.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa minyak tempe mampu menurunkan aktivitas beberapa gen yang berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer, seperti PSEN1, Gsk3b, cdk5, dan TNF.
Tak hanya itu, kandungan Alpha-Lipoic Acid (ALA) dalam tempe juga dinilai berpotensi membantu menjaga fungsi otak dan mengurangi risiko gangguan kognitif pada lansia.
Konsumsi Tempe Dinilai Bermanfaat untuk Lansia
Penelitian lain yang dikutip dalam jurnal tersebut juga menemukan bahwa konsumsi tempe dapat membantu memperbaiki gangguan kognitif ringan pada kelompok lanjut usia.
Hal ini membuat tempe dinilai sebagai salah satu makanan lokal bernutrisi tinggi yang berpotensi mendukung kesehatan otak apabila dikonsumsi secara rutin dan seimbang.
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa pencegahan Alzheimer perlu dilakukan melalui pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidur cukup, hingga menjaga aktivitas otak tetap aktif.
Editor : Safwandi., Dpt






