Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Tiga Wisatawan Tewas dalam Pelayaran Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Sebuah insiden kesehatan serius terjadi di kapal pesiar Hondius yang tengah berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Tiga pelancong dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus, sementara satu orang lainnya dinyatakan positif dan kini menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions tersebut membawa total 149 penumpang dan awak. Selain korban meninggal, dua anggota kru juga dilaporkan mengalami kondisi sakit parah.

Hingga saat ini, sumber pasti penularan virus belum dapat dipastikan. Namun demikian, World Health Organization wilayah Eropa menegaskan bahwa risiko penyebaran ke masyarakat umum masih tergolong rendah dan belum ada alasan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan.

Mengenal Hantavirus dan Cara Penularannya

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yakni infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit, serta dapat ditemukan pada celurut hingga kelelawar.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Tak Pernah Ancam Pidana Pengunggah Foto Menu MBG

Penularan biasanya terjadi melalui paparan partikel yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran hewan yang terinfeksi. Cara paling umum adalah melalui udara saat debu yang mengandung virus terhirup manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan permukaan terkontaminasi yang kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Dalam kasus tertentu, seperti virus Andes di Amerika Selatan, penularan antar manusia pernah dilaporkan, meski masih menjadi perdebatan ilmiah.

Gejala dan Risiko Kematian

Gejala hantavirus sangat bergantung pada jenis virus yang menginfeksi. Pada umumnya, pasien mengalami gejala mirip flu seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, dan nyeri punggung. Namun, sebagian kasus juga bisa tanpa gejala.

Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti sindrom ginjal atau sindrom paru. Sindrom paru akibat hantavirus bahkan memiliki tingkat kematian cukup tinggi, yakni sekitar 30 hingga 40 persen kasus.

Penyebaran Global dan Studi Ilmiah

Baca Juga :  Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya

Hantavirus telah ditemukan di berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa. Di Jerman misalnya, kasus tahunan berkisar antara ratusan hingga ribuan, dengan jenis virus Puumala sebagai yang paling umum.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, tingkat kematian akibat hantavirus sangat bervariasi, mulai dari di bawah 1 persen hingga 15 persen tergantung jenisnya.

Dampak Jangka Panjang dan Pengobatan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi hantavirus dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, termasuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker darah tertentu.

Saat ini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk hantavirus. Penanganan lebih difokuskan pada meredakan gejala. Pada kasus berat, pasien mungkin membutuhkan bantuan medis seperti dialisis atau ventilator.

Vaksin hantavirus masih terbatas penggunaannya dan belum tersedia secara luas di Eropa maupun Amerika. Meski demikian, penelitian terus dilakukan, termasuk pengembangan terapi antibodi dan vaksin DNA yang menunjukkan hasil awal yang menjanjikan.

Berita Terkait

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur
6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah
Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya
Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki
Denda BPJS Kesehatan 2026 Masih Berlaku, Begini Cara Hitung dan Aturannya
6 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Baik untuk Jantung hingga Cegah Penuaan
6 Jus Buah Terbaik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Secara Alami

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Oknum Kades Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi APBDes 2019-2023

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB