Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Tewas dan Puluhan Penumpang Dikarantina

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Wabah penyakit yang diduga disebabkan oleh virus Hanta mengguncang pelayaran kapal pesiar mewah MV Hondius. Sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu warga negara Inggris masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.

Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions tersebut saat ini berada di perairan lepas Tanjung Verde dengan total sekitar 149 orang di atasnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terus memantau perkembangan situasi yang dikategorikan sebagai kondisi medis serius.

Berdasarkan laporan WHO, kasus pertama terdeteksi pada awal Mei 2026 setelah sejumlah penumpang menunjukkan gejala gangguan pernapasan berat. Hingga 4 Mei, tercatat tujuh kasus, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi melalui uji laboratorium dan lima kasus suspek, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Gejala yang dialami pasien bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Dalam beberapa kasus, kondisi berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, bahkan syok.

Baca Juga :  Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas dalam Insiden Tragis

WHO menyebutkan penanganan dilakukan melalui koordinasi internasional, meliputi isolasi pasien, evakuasi medis, serta investigasi mendalam untuk memastikan sumber penularan.

Virus Hanta sendiri umumnya menular melalui paparan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Meski tergolong jarang, infeksi ini dapat berakibat fatal. Dalam kasus tertentu, seperti varian virus Andes, penularan antarmanusia juga dimungkinkan.

Salah satu pasien yang meninggal diketahui mengalami gejala sejak awal April sebelum kondisinya memburuk dengan cepat. Sementara pasien lain yang merupakan kontak erat juga meninggal setelah menunjukkan gejala serupa. Adapun satu pasien lainnya kini dirawat intensif setelah dinyatakan positif melalui tes PCR.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menyampaikan bahwa pasien kritis saat ini mendapatkan perawatan suportif karena belum ada terapi spesifik untuk hantavirus. Ia juga menegaskan bahwa pelacakan kontak terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Baca Juga :  Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Reformasi Hukum Berbasis Konstitusi di Era Digital

Sementara itu, seluruh penumpang kapal diinstruksikan untuk tetap berada di kabin masing-masing sebagai langkah pencegahan. Kebijakan ini diambil meskipun penularan antar manusia tergolong sangat jarang.

Situasi di atas kapal memicu tekanan psikologis bagi para penumpang. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, salah satu penumpang mengungkapkan kecemasan dan ketidakpastian yang mereka rasakan selama berada di tengah laut tanpa kejelasan kapan dapat kembali ke daratan.

Di sisi lain, tim medis internasional masih berupaya mengungkap asal virus. Mengingat kapal memulai perjalanan dari Argentina, para ahli menduga kemungkinan keterkaitan dengan virus Andes yang ditemukan di kawasan Amerika Selatan.

Meski demikian, para pakar menilai bahwa wabah ini kecil kemungkinan berkembang menjadi pandemi global, meskipun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dan penanganan cepat.

 

Berita Terkait

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur
6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah
Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya
Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki
Denda BPJS Kesehatan 2026 Masih Berlaku, Begini Cara Hitung dan Aturannya
6 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Baik untuk Jantung hingga Cegah Penuaan
6 Jus Buah Terbaik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Secara Alami

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Oknum Kades Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi APBDes 2019-2023

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB