Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Ancaman Krisis Pangan Kian Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Korea Utara tengah menghadapi kekeringan yang dinilai tidak biasa dan cukup parah pada tahun ini. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan, mengingat negara tersebut memiliki keterbatasan infrastruktur dan ekonomi.

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak asasi manusia di Korea Utara, Elizabeth Salmon, sebelumnya telah menyoroti bahwa masalah kekurangan pangan menjadi perhatian serius sejak awal tahun.

Media pemerintah Korut melaporkan bahwa fenomena kekeringan kali ini berlangsung di sebagian besar wilayah dan jarang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memaksa berbagai sektor untuk fokus melindungi tanaman, khususnya pada awal musim tanam.

Baca Juga :  Resep Pendap Ikan Khas Bengkulu, Kuliner Tradisional Gurih Pedas yang Kembali Populer

Pemerintah setempat juga menginstruksikan kota dan kabupaten untuk memperbaiki infrastruktur air seperti pintu waduk dan saluran irigasi guna mengatasi penurunan pasokan air akibat kekeringan.

Selain itu, para pekerja di sektor pertanian menerapkan berbagai langkah teknis guna menekan dampak kekeringan. Upaya tersebut meliputi peningkatan ketahanan tanaman seperti gandum dan jelai, serta menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Prabowo dan Macron Bahas Palestina hingga Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis

Sementara itu, Korea Selatan juga mengalami kondisi serupa pada tahun lalu. Kota pesisir Gangneung bahkan harus memberlakukan pembatasan penggunaan air, termasuk menonaktifkan sebagian besar meteran rumah tangga.

Fenomena cuaca ekstrem ini tak lepas dari dampak perubahan iklim global yang menyebabkan gelombang panas semakin sering dan intens. Para ahli memperkirakan bahwa El Niño berpotensi kembali terjadi tahun ini, yang dapat memicu kekeringan, suhu panas tinggi, hingga curah hujan ekstrem di berbagai wilayah Asia.

Berita Terkait

Kronologi Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol, Penyintas Ungkap Detik-Detik Mengerikan
Serangan Drone Rusia Hantam Stasiun di Dnipro, Jumlah Korban Meninggal Capai 14 Jiwa
Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut
The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Kronologi Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol, Penyintas Ungkap Detik-Detik Mengerikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Stasiun di Dnipro, Jumlah Korban Meninggal Capai 14 Jiwa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terbaru