Matahari Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing Tbk, Pemegang Saham Setujui Dividen Rp250 per Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi mengganti nama perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (15/4/2026). Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama yang disepakati dalam rapat.

Perubahan nama perseroan ini turut diiringi dengan revisi Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar perusahaan yang mengatur identitas resmi perseroan. Usulan tersebut mendapat dukungan mayoritas pemegang saham, dengan persetujuan mencapai 1.588.241.118 saham atau sekitar 93,181% dari total suara yang hadir.

Baca Juga :  KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 17 April 2026, manajemen menyampaikan bahwa perubahan nama ini telah disahkan melalui hasil RUPSLB.

Selain pergantian nama, pemegang saham juga menyetujui pengalihan saham treasuri melalui mekanisme penarikan kembali sebanyak 31 juta saham. Saham tersebut merupakan hasil program pembelian kembali (buyback) hingga 9 April 2026, yang kemudian dilakukan dengan skema pengurangan modal ditempatkan dan disetor.

Pada hari yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut, disepakati pembagian dividen tunai final sebesar Rp250 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Baca Juga :  Dampak Buruk Begadang saat Ramadan

Dividen tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham hingga 27 April 2026 pukul 16.00 WIB.

Sebagai informasi, Matahari memulai operasionalnya sejak 24 Oktober 1958 melalui gerai pertamanya di Jakarta. Perusahaan kemudian berkembang dan mencatatkan sahamnya melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 1992.

Seiring perjalanan bisnis, struktur kepemilikan Matahari mengalami sejumlah perubahan, termasuk akuisisi oleh berbagai entitas hingga akhirnya berada di bawah kendali Grup Auric sejak 2021.

Berita Terkait

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor

Senin, 1 Juni 2026 - 13:37 WIB

Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Senin, 1 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Sabtu, 6 Jun 2026 - 03:00 WIB