Teheran, Pribhumi.com — Rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan dimulai pada Sabtu malam di Islamabad dan berlangsung selama satu hari. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Tasnim.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa delegasi Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan hasil, termasuk skenario tanpa kesepakatan.
Perundingan tersebut direncanakan berlangsung dalam dua format, yakni secara langsung dan tidak langsung. Pakistan berperan sebagai mediator dalam upaya mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad-Bagher Ghalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Di sisi lain, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J. D. Vance. Ia didampingi utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Sebelumnya, Trump telah mengumumkan adanya kesepakatan awal berupa gencatan senjata selama dua pekan pada awal April. Menyusul hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka.
Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital perdagangan energi global yang menyuplai sekitar 20 persen distribusi minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia.
Perkembangan perundingan ini menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasokan energi global.











