Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, Pribhumi.com — Rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan dimulai pada Sabtu malam di Islamabad dan berlangsung selama satu hari. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Tasnim.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa delegasi Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan hasil, termasuk skenario tanpa kesepakatan.

Perundingan tersebut direncanakan berlangsung dalam dua format, yakni secara langsung dan tidak langsung. Pakistan berperan sebagai mediator dalam upaya mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Dana Desa Rp 1 Miliar Raib,Bendahara Diduga Gelapkan Uang dan Kabur

Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad-Bagher Ghalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Di sisi lain, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J. D. Vance. Ia didampingi utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan adanya kesepakatan awal berupa gencatan senjata selama dua pekan pada awal April. Menyusul hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka.

Baca Juga :  Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Catalunya 2026, Ducati Tak Cari Pengganti

Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital perdagangan energi global yang menyuplai sekitar 20 persen distribusi minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia.

Perkembangan perundingan ini menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasokan energi global.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru