Jakarta, Pribhumi.com – Aksi premanisme kembali meresahkan warga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seorang pedagang bubur menjadi korban pemalakan oleh tiga pria yang meminta uang sebesar Rp300 ribu dengan alasan “uang keamanan”.
Peristiwa tersebut viral di media sosial pada Jumat (10/4), setelah beredar video yang memperlihatkan salah satu pelaku merusak dagangan korban. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengambil mangkuk dari gerobak bubur lalu membantingnya hingga pecah berserakan di jalan.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban didatangi tiga pelaku saat sedang berjualan. Mereka memaksa meminta uang dan mengancam akan menusuk jika permintaan tidak dipenuhi.
“Pelapor sedang berjualan bubur, kemudian didatangi tiga pelaku yang meminta uang keamanan sebesar Rp300 ribu sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ketiga pelaku juga diduga melakukan aksi serupa terhadap pemilik warung kopi di kawasan Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap ketiga pelaku. Mereka diketahui berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36), yang merupakan warga Kampung Bali.
Saat diamankan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan untuk mengintimidasi korban. Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil tes urine menunjukkan bahwa ketiga pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis sabu (methamphetamine). Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.











