Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun Meski Minyak Dunia Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026, meskipun terjadi tekanan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah telah menghitung secara matang kemampuan anggaran negara untuk mempertahankan harga BBM subsidi. Kebijakan ini didasarkan pada asumsi harga minyak dunia yang diperkirakan berada di kisaran 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi fluktuasi harga minyak global.

Baca Juga :  Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Menurutnya, ketahanan fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan dampak lonjakan harga minyak, baik pada level 80 dolar AS maupun hingga 100 dolar AS per barel. Dengan perhitungan tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Meski demikian, pemerintah tidak dapat memberikan kepastian terkait harga BBM non-subsidi karena sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapat intervensi harga dari negara.

Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga memiliki cadangan dana lain sebagai bantalan, salah satunya dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai sekitar Rp420 triliun, termasuk dana yang ditempatkan di sektor perbankan.

Baca Juga :  SPMB 2026: Anak Usia 6 Tahun Tetap Bisa Masuk SD, Tak Wajib Ijazah TK dan Tes Calistung

Di sisi lain, pemerintah juga mengandalkan potensi tambahan penerimaan negara, terutama dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), sebagai penopang anggaran subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia disebut optimistis bahwa kenaikan harga komoditas global seperti minyak dan batu bara akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara.

Dengan berbagai sumber pendanaan tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan anggaran subsidi tetap aman hingga akhir tahun.

Berita Terkait

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak
Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB