KERINCI, Pribhumi.com – Bencana longsor disertai pohon tumbang terjadi di ruas jalan Sungai Penuh–Tapan KM 35, kawasan Puncak, yang menyebabkan akses lalu lintas terganggu. Menanggapi kondisi tersebut, Polres Kerinci mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur tersebut.
Kasi Humas Polres Kerinci, IPTU D.S. Sitinjak, menjelaskan bahwa hingga saat ini proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Akses jalan belum sepenuhnya pulih, terutama bagi kendaraan angkutan berat yang untuk sementara belum bisa melintas.
“Saat ini jalur hanya dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua dan mobil minibus. Kami mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati,” ujarnya.
Polres Kerinci juga menyarankan masyarakat agar menghindari jalur tersebut jika tidak memiliki kepentingan mendesak. Hal ini disebabkan potensi longsor susulan yang masih dapat terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, pengendara diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mengurangi kecepatan saat melintasi area rawan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan.
Peristiwa longsor dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 18.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sungai Penuh langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat titik longsor. Dua titik masih memungkinkan dilalui kendaraan secara terbatas, sementara dua titik lainnya tertutup material longsor dan pohon tumbang yang menghambat akses jalan.
Penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Penuh AKP Eko Munkoid bersama personel gabungan. Pembersihan material longsor mulai dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB dengan bantuan alat berat dari Balai Jalan PUPR Provinsi Jambi.
Namun, proses evakuasi sempat terhambat akibat kerusakan pada alat berat, tepatnya pada bagian selang, sekitar pukul 23.30 WIB. Hal ini menyebabkan pembersihan belum dapat dilakukan secara optimal.
Akibat kejadian tersebut, kendaraan jenis truk masih belum dapat melintas dan terpaksa menunggu di lokasi. Tercatat sekitar tujuh unit truk tertahan akibat akses jalan yang belum sepenuhnya terbuka.
Meski menimbulkan gangguan lalu lintas, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali jalur tersebut secara normal.
Sumber Berita: Humas Polres Kerinci











