JAMBI, Pribhumi.com – Kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan di kulkas masih sering dilakukan banyak orang. Tujuannya sederhana, yakni agar telur terlihat bersih dari debu dan kotoran yang menempel di cangkangnya.
Sekilas, langkah ini memang tampak logis. Banyak orang menganggap bahwa sesuatu yang bersih secara visual pasti lebih higienis. Namun, dalam prinsip keamanan pangan, tidak semua bahan makanan sebaiknya dicuci sebelum disimpan, termasuk telur.
Belakangan ini, perdebatan mengenai cara penyimpanan telur kembali ramai di media sosial. Sebagian orang memilih mencuci telur terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, sementara lainnya justru menyarankan sebaliknya. Hal ini pun memunculkan kebingungan di masyarakat tentang metode yang paling tepat.
Di balik cangkangnya yang keras, telur sebenarnya memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula atau bloom. Lapisan tipis ini hampir tidak terlihat, namun berfungsi penting sebagai pelindung dari kontaminasi bakteri.
Secara alami, cangkang telur memiliki ribuan pori mikroskopis yang memungkinkan pertukaran gas. Tanpa perlindungan, pori-pori ini bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri berbahaya. Kutikula berperan menutup sebagian pori tersebut sehingga mikroorganisme seperti Salmonella dan Escherichia coli lebih sulit masuk ke dalam telur.
Namun, lapisan ini sangat rentan rusak. Ketika telur dicuci, terutama dengan air mengalir atau digosok, kutikula bisa hilang. Akibatnya, meskipun telur tampak lebih bersih, perlindungan alaminya justru berkurang dan risiko kontaminasi meningkat.
Masalah lain muncul ketika telur yang sudah dicuci langsung disimpan dalam kondisi basah. Permukaan cangkang yang lembap dapat menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Bahkan, kelembapan ini dapat mempermudah bakteri masuk melalui pori-pori cangkang ke bagian dalam telur.
Karena itu, telur sebaiknya disimpan dalam kondisi kering tanpa dicuci terlebih dahulu. Cara terbaik adalah memilih telur yang cangkangnya sudah relatif bersih sejak awal pembelian. Jika masih terdapat kotoran, cukup bersihkan sesaat sebelum telur akan diolah atau dimasak.
Dengan cara ini, lapisan pelindung alami tetap terjaga dan risiko kontaminasi dapat diminimalkan, sehingga telur lebih aman untuk dikonsumsi.











