JAKARTA, Pribhumi.com — Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang direncanakan berlaku setelah Lebaran. Kebijakan ini dinilai mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.
Menurut Eddy, pengurangan mobilitas masyarakat, terutama pekerja, akan berdampak langsung pada efisiensi penggunaan BBM secara nasional. Ia menilai, semakin sedikit aktivitas perjalanan, maka semakin besar potensi penghematan energi yang dapat dicapai.
Lebih lanjut, Eddy juga mempertimbangkan jika kebijakan WFH diperluas hingga sektor pendidikan, seperti sekolah, maka dampak pengurangan mobilitas akan semakin signifikan. Hal ini diyakini dapat memperbesar efisiensi energi secara keseluruhan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Eddy menekankan pentingnya menjaga aktivitas sektor industri dan manufaktur agar tetap berjalan normal.
“Roda perekonomian harus tetap bergerak, terutama di sektor industri dan manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara telah mendorong langkah penghematan energi, termasuk opsi penerapan WFH sebagai respons terhadap dinamika global.
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan WFH akan mulai diterapkan usai Lebaran. Kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dianjurkan bagi sektor swasta, dengan durasi satu hari dalam sepekan.
Pemerintah, kata Airlangga, akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait untuk memastikan implementasi berjalan optimal dan tidak mengganggu produktivitas.
Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa kebijakan WFH selama satu hari dapat memberikan efisiensi energi yang signifikan, khususnya dalam pengurangan konsumsi BBM.
Ia menyebutkan, penerapan WFH di hari tertentu seperti Jumat berpotensi menciptakan akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini tidak hanya memberikan fleksibilitas bagi pekerja, tetapi juga dapat mendorong aktivitas rumah tangga dan sektor pariwisata.











