Israel Tahan Imam Masjid Al-Aqsa dan Larang Masuk Selama Sepekan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yerusalem, Pribhumi.com – Otoritas Israel dilaporkan menahan imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Muhammad Ali Abbasi, di wilayah Yerusalem Timur yang berada di bawah pendudukan. Selain penahanan, pihak berwenang juga memberlakukan larangan bagi imam tersebut untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama satu minggu.

Informasi tersebut dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Selasa (17/2/2026). Penahanan terjadi hanya beberapa hari menjelang dimulainya bulan suci Ramadan, periode penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyampaikan bahwa Sheikh Muhammad Ali Abbasi ditangkap oleh pasukan Israel tanpa penjelasan rinci terkait alasan penahanan maupun larangan yang dijatuhkan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Israel mengenai tindakan tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Dalam beberapa waktu terakhir, otoritas Israel juga memperketat akses bagi warga Palestina yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Selain pembatasan terhadap jemaah, laporan juga menyebutkan adanya peningkatan aktivitas kelompok pemukim Israel di sekitar kompleks suci tersebut, yang kerap menjadi titik sensitif konflik.

Baca Juga :  Kapal Induk Terbesar AS Bergerak ke Mediterania, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam dan memiliki nilai spiritual tinggi, terutama selama bulan Ramadan. Sementara itu, bagi umat Yahudi, lokasi tersebut dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diyakini sebagai lokasi berdirinya kuil kuno mereka.

Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, diduduki Israel sejak Perang Arab-Israel tahun 1967. Pada tahun 1980, Israel secara sepihak mencaplok seluruh wilayah Yerusalem, meskipun langkah tersebut tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka
Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Berita Terbaru