Bogor, Pribhumi.com – Pergerakan pasar saham nasional mengalami tekanan berat di awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah tajam di luar ekspektasi, meski sebelumnya diyakini akan bergerak positif. Kondisi ini memicu respons dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Mengacu pada data perdagangan, IHSG dibuka di level 8.300-an, namun tak lama kemudian langsung bergerak turun drastis. Hingga akhir perdagangan Senin (2/2/2026), indeks ditutup di kisaran 7.922, mencatat penurunan hampir 5 persen atau lebih dari 400 poin dalam sehari.
Purbaya menilai tekanan pasar tersebut erat kaitannya dengan faktor ketidakpastian di sektor regulasi, khususnya menunggu kepastian pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Situasi ini muncul setelah sejumlah pejabat tinggi OJK mengundurkan diri menyusul gejolak pasar modal yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, pelaku pasar cenderung bersikap menahan diri sampai ada kejelasan mengenai arah kebijakan dan kepemimpinan OJK ke depan. Ketidakpastian ini dinilai membuat investor memilih bersikap defensif.
Pemerintah, lanjut Purbaya, saat ini tengah menyiapkan pembentukan Panitia Seleksi untuk mengisi posisi strategis di OJK. Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan agar menghasilkan figur yang kredibel serta mampu memulihkan kepercayaan pasar.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Ia bahkan menilai kondisi pelemahan pasar saat ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk masuk di harga yang lebih menarik.
Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan pada pondasi ekonomi nasional, dan prospek pertumbuhan ke depan masih tetap positif seiring perbaikan stabilitas kebijakan dan kepercayaan pasar.











