Gencatan Senjata di Gaza Terancam Usai Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Pribhumi.com Jalur Gaza kembali dilanda ketegangan setelah serangan udara Israel pada Kamis (20/11/2025) menewaskan sedikitnya lima warga sipil. Insiden ini memunculkan kekhawatiran internasional bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung berbulan-bulan bisa terburai.

Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator utama, mengecam tindakan Israel dan menyebut serangan tersebut sebagai bentuk “eskalasi serius yang dapat merusak fondasi gencatan senjata.”

Serangan pagi itu terjadi hanya sehari setelah Gaza mencatat salah satu hari paling mematikan sejak kesepakatan penghentian tembak dimulai pada 10 Oktober. Di saat bersamaan, Israel juga melancarkan serangan terhadap posisi Hizbullah di Lebanon, meski wilayah itu telah hampir setahun berada dalam suasana gencatan.

Menurut Mahmud Bassal, juru bicara pertahanan sipil Gaza, lima korban tewas dalam serangan yang menghantam wilayah timur Khan Yunis. Tiga di antaranya berasal dari satu keluarga, termasuk seorang bayi perempuan berusia satu tahun, sebagaimana dikonfirmasi oleh Rumah Sakit Nasser.

Baca Juga :  Studi Ungkap Perempuan Paling Terancam Otomatisasi AI dan Tertinggal dalam Pemanfaatan Teknologi Baru

“Kami tertidur dengan tenang dan tidak menginginkan konflik ini kembali,” ujar Sabri Abu Sabt, yang kehilangan putra serta cucunya.
“Korban terus berjatuhan setiap hari. Sampai kapan kami harus hidup seperti ini? Apakah hidup layak bukan hak kami?” tutur Tala Abu al-Ala, yang kehilangan saudara perempuannya.

Meski gencatan masih berlaku, serangan Israel terhadap target yang diklaim milik Hamas tetap berlanjut. Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 312 warga Palestina tewas sejak kesepakatan penghentian tembak diberlakukan.

“Kami takut perang akan kembali pecah,” kata Lina Kuraz, warga Gaza.
“Tidak ada perubahan berarti,” tambah Mohammed Hamdouna, yang kini tinggal di tenda di tengah reruntuhan kota serta minimnya kebutuhan dasar.

Sehari sebelumnya, serangan Israel menewaskan 14 orang di Kota Gaza dan 13 orang di Khan Yunis. Ahlam Halas, yang menggendong jenazah keponakan berusia empat bulan, berkata lirih, “Ia bahkan belum sempat merayakan kelahirannya.”

Baca Juga :  Wisata Ekstrem di Rusia Berujung Maut, Turis Belarusia Hilang Terseret Arus Sungai Es

Menurut kesepakatan gencatan yang ditengahi Amerika Serikat, pasukan Israel seharusnya mundur di belakang Garis Kuning. Namun, juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, menyatakan bahwa “Hamas terus melanggar gencatan,” dan menegaskan bahwa Israel berhak mengambil keputusan operasi secara mandiri.

Seorang pejabat AS menyebut Washington telah lebih dahulu diberi informasi terkait operasi tersebut.

Konflik kembali meningkat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.221 warga Israel. Serangan balasan Israel, menurut data yang dianggap kredibel oleh PBB, telah menewaskan sedikitnya 69.546 warga Gaza. Meski demikian, analis militer Eran Ortal menilai bahwa potensi pecahnya perang berskala besar dalam waktu dekat masih kecil, mengingat tekanan internasional agar Israel mempertahankan gencatan senjata.

Berita Terkait

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS
Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar
Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat
China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal
Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap
Ilhan Omar Diserang Saat Orasi di Minnesota, Pelaku Langsung Diamankan Polisi
AS Kerahkan Gugus Tempur Kapal Induk ke Timur Tengah, Trump Pamer Kekuatan di Dekat Iran
Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 11:00 WIB

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS

Senin, 2 Februari 2026 - 09:35 WIB

Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:00 WIB

Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB

China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:00 WIB

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB