Beijing, Pribhumi.com — Presiden China Xi Jinping kembali mengguncang pucuk pimpinan militer dengan memecat salah satu jenderal paling berpengaruh, Zhang Youxia. Perwira senior yang selama ini dikenal dekat dengan Xi itu kini tengah diselidiki atas dugaan korupsi berat dan kebocoran rahasia strategis negara kepada Amerika Serikat.
Zhang Youxia, yang pernah menjabat Wakil Ketua utama Komisi Militer Pusat China, dituduh membocorkan informasi teknis sensitif terkait senjata nuklir China kepada Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Dugaan tersebut mencuat dalam laporan sejumlah media internasional yang mengutip sumber internal pemerintahan China.
Pemecatan Zhang menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Xi Jinping dalam membersihkan struktur kepemimpinan militer dari praktik korupsi dan potensi pembangkangan terhadap Partai Komunis China. Zhang secara resmi ditempatkan di bawah penyelidikan pada akhir pekan lalu dan dilaporkan telah ditahan oleh otoritas antikorupsi militer.
Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli yang menjabat Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat juga dicopot dari jabatannya. Kementerian Pertahanan China hanya menyatakan keduanya diselidiki atas pelanggaran disiplin dan hukum serius, tanpa merinci lebih jauh.
Media pemerintah China menuding kedua jenderal tersebut telah merusak sistem komando militer dan mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis di bawah Xi Jinping. Bahkan, Zhang disebut membentuk jaringan internal yang berpotensi melemahkan persatuan partai.
Dalam proses penyelidikan, Xi Jinping dikabarkan mengirim tim khusus ke Shenyang, wilayah yang sebelumnya menjadi basis penugasan Zhang. Tim tersebut memilih menginap di hotel sipil, bukan fasilitas militer, demi menghindari kemungkinan adanya loyalis Zhang di dalam barak.
Tak hanya soal kebocoran informasi rahasia, Zhang juga diduga menerima suap dalam promosi jabatan sejumlah perwira tinggi, termasuk dalam pengangkatan mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu. Informasi sensitif tersebut disebut dijual demi keuntungan pribadi.
Zhang Youxia dikenal berasal dari keluarga elite revolusioner dan memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Xi Jinping sejak kecil. Kedekatan historis ini membuat pemecatannya menjadi sorotan besar, baik di dalam maupun luar China.
Sejak 2024, Zhang dan Liu tercatat sebagai pejabat militer tingkat tertinggi keempat dan kelima yang disingkirkan. Langkah ini terjadi di tengah kekacauan internal Pasukan Roket PLA, unit yang mengelola persenjataan nuklir China.
Sejumlah pengamat menilai peristiwa ini sebagai perombakan militer paling signifikan di China dalam lebih dari lima dekade, mengingatkan pada krisis besar militer tahun 1971 yang mengubah peta kekuasaan Partai Komunis China.










