Waspada Akrilamida: Bahaya Tersembunyi dari Makanan yang Dimasak Suhu Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi makanan olahan dengan suhu tinggi kini menjadi perhatian serius. Metode memasak seperti menggoreng, memanggang, hingga membakar diketahui berpotensi menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Salah satu senyawa yang menjadi sorotan adalah akrilamida, yaitu zat yang terbentuk ketika makanan diproses pada suhu di atas 120 derajat Celsius. Senyawa ini muncul dari reaksi antara gula alami dan asam amino dalam bahan pangan, dan telah dikategorikan sebagai karsinogen potensial.

Mengutip laporan Times of India, Sabtu (2/5/2026), sejumlah makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari ternyata memiliki potensi kandungan akrilamida yang cukup tinggi.

Beberapa di antaranya adalah:

1. Gorengan

Makanan seperti kentang goreng, keripik, dan berbagai jenis gorengan menjadi sumber utama akrilamida. Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna makanan, semakin tinggi pula kandungan zat tersebut.

Baca Juga :  Jangan Kupas Kulit Sayur! Ini 5 Jenis yang Lebih Sehat Dimakan Utuh

2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan

Produk ini umumnya diproses dengan suhu tinggi serta mengandung gula rafinasi. Kombinasi tersebut meningkatkan potensi terbentuknya akrilamida.

3. Roti Panggang

Roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat gelap mengandung lebih banyak akrilamida dibandingkan roti yang hanya dipanggang ringan.

4. Kopi

Proses pemanggangan biji kopi juga menghasilkan akrilamida. Kadar zat ini bervariasi tergantung tingkat sangrai, di mana kopi dengan sangrai lebih terang cenderung memiliki kandungan lebih rendah dibandingkan sangrai gelap.

5. Sereal Sarapan

Produk seperti corn flakes dan sereal manis lainnya yang diproses dengan suhu tinggi juga berpotensi mengandung akrilamida, terutama jika memiliki kadar gula tinggi.

Baca Juga :  Menkum Supratman Dorong Kepala Desa Terapkan Meritokrasi untuk Redam Konflik Pascapilkades

Paparan akrilamida dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena berpotensi merusak sel-sel tubuh. Namun demikian, kadar senyawa ini sangat bergantung pada metode pengolahan makanan yang digunakan.

Cara Mengurangi Risiko

Untuk meminimalkan paparan akrilamida, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

Menghindari memasak makanan hingga terlalu gosong

Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan

Memilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus

Dengan perubahan pola memasak dan konsumsi, risiko paparan zat berbahaya ini dapat ditekan sehingga kesehatan tetap terjaga.

 

Berita Terkait

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan
Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung
Cara Terbaik Mengolah Ubi Jalar Agar Nutrisi Tetap Maksimal
Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah? Simak Fakta Sleep Wrinkles dan Cara Mencegahnya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:00 WIB

7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:49 WIB

Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terbaru