Jambi, Pribhumi.com – Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi makanan olahan dengan suhu tinggi kini menjadi perhatian serius. Metode memasak seperti menggoreng, memanggang, hingga membakar diketahui berpotensi menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Salah satu senyawa yang menjadi sorotan adalah akrilamida, yaitu zat yang terbentuk ketika makanan diproses pada suhu di atas 120 derajat Celsius. Senyawa ini muncul dari reaksi antara gula alami dan asam amino dalam bahan pangan, dan telah dikategorikan sebagai karsinogen potensial.
Mengutip laporan Times of India, Sabtu (2/5/2026), sejumlah makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari ternyata memiliki potensi kandungan akrilamida yang cukup tinggi.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Gorengan
Makanan seperti kentang goreng, keripik, dan berbagai jenis gorengan menjadi sumber utama akrilamida. Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna makanan, semakin tinggi pula kandungan zat tersebut.
2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan
Produk ini umumnya diproses dengan suhu tinggi serta mengandung gula rafinasi. Kombinasi tersebut meningkatkan potensi terbentuknya akrilamida.
3. Roti Panggang
Roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat gelap mengandung lebih banyak akrilamida dibandingkan roti yang hanya dipanggang ringan.
4. Kopi
Proses pemanggangan biji kopi juga menghasilkan akrilamida. Kadar zat ini bervariasi tergantung tingkat sangrai, di mana kopi dengan sangrai lebih terang cenderung memiliki kandungan lebih rendah dibandingkan sangrai gelap.
5. Sereal Sarapan
Produk seperti corn flakes dan sereal manis lainnya yang diproses dengan suhu tinggi juga berpotensi mengandung akrilamida, terutama jika memiliki kadar gula tinggi.
Paparan akrilamida dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena berpotensi merusak sel-sel tubuh. Namun demikian, kadar senyawa ini sangat bergantung pada metode pengolahan makanan yang digunakan.
Cara Mengurangi Risiko
Untuk meminimalkan paparan akrilamida, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:
Menghindari memasak makanan hingga terlalu gosong
Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan
Memilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus
Dengan perubahan pola memasak dan konsumsi, risiko paparan zat berbahaya ini dapat ditekan sehingga kesehatan tetap terjaga.






