Jakarta, Pribhumi.com – Tren mengubah foto pribadi menjadi ilustrasi atau animasi berbasis kecerdasan buatan sedang ramai di media sosial. Banyak orang mengunggah foto diri, lalu menambahkan informasi tentang pekerjaan, aktivitas, hingga kehidupan pribadi agar hasil gambar terlihat lebih detail dan personal. Meski terlihat kreatif dan menyenangkan, para pakar keamanan siber menilai kebiasaan ini berisiko tinggi.
Perusahaan keamanan global Kaspersky mengingatkan bahwa tren tersebut bukan sekadar penggunaan filter biasa. Untuk menghasilkan ilustrasi yang sesuai, pengguna sering kali memberikan data tambahan seperti nama lengkap, jabatan, tempat kerja, lokasi, hingga informasi keluarga. Tanpa disadari, data tersebut dapat membentuk profil digital yang sangat rinci.
Profil inilah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Informasi detail memungkinkan penjahat menyusun pesan phishing yang tampak sangat meyakinkan karena menyebutkan identitas, pekerjaan, atau lingkungan korban secara spesifik. Serangan yang dipersonalisasi seperti ini jauh lebih sulit dikenali dibandingkan pesan penipuan biasa.
Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyebut tren ini dapat menjadi “cetak biru” bagi pelaku rekayasa sosial. Menurutnya, ketika seseorang membagikan detail kehidupan pribadi hanya untuk mendapatkan ilustrasi unik, mereka sebenarnya memberikan konteks yang dapat dimanfaatkan untuk merancang penipuan yang sangat personal.
Risiko ini dinilai semakin besar di kawasan Asia Pasifik, di mana penggunaan teknologi AI berkembang pesat, namun literasi keamanan digital belum sepenuhnya merata. Selain foto dan teks perintah, beberapa platform AI juga berpotensi menyimpan metadata seperti alamat IP, riwayat penggunaan, hingga pola interaksi, tergantung kebijakan privasinya.
Data tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan layanan atau melatih model AI, tetapi juga berisiko jika terjadi kebocoran atau penyalahgunaan. Bahkan informasi yang terlihat sepele bisa menjadi berbahaya ketika digabungkan dengan data lain.
Karena itu, kesadaran akan keamanan digital menjadi sangat penting di tengah pesatnya adopsi teknologi AI.
Tips Aman Mengikuti Tren Animasi AI
Agar tetap aman saat mencoba tren ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Hindari memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat, jabatan, atau detail rutinitas harian. Jangan mengunggah foto yang memperlihatkan logo perusahaan, kartu identitas, dokumen, atau data sensitif lainnya. Sebaiknya juga tidak membagikan foto maupun informasi anak di bawah umur.
Selain itu, luangkan waktu untuk membaca kebijakan privasi platform AI sebelum menggunakannya. Pastikan memahami bagaimana data disimpan dan digunakan. Mengaktifkan perlindungan keamanan digital dan waspada terhadap tautan mencurigakan juga dapat membantu mencegah serangan phishing.
Teknologi AI memang menawarkan kreativitas tanpa batas, tetapi tetap perlu digunakan dengan bijak. Jangan sampai kesenangan sesaat justru membuka celah bagi kejahatan digital.











