Jambi, Pribhumi.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, bertambah menjadi tiga orang. Selain itu, lima pendaki lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat letusan gunung api tersebut.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu membenarkan adanya penambahan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dari tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya merupakan warga negara Singapura, sedangkan satu korban lainnya merupakan warga asal Jayapura.
Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap identitas lengkap para korban. Saat ini proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi yang terjadi pada Jumat pagi. Para korban kini tengah mendapatkan penanganan dari tim penyelamat.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Basarnas dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 ribu meter di atas puncak gunung.
PVMBG juga melaporkan warna kolom abu tampak kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas tebal. Selain itu, erupsi disertai suara dentuman mulai dari lemah hingga cukup kuat.
Hingga kini, Gunung Dukono masih berstatus waspada dan masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang demi keselamatan.






