Kemendagri Siapkan Insentif Rp 1 Triliun, Dorong Daerah Berlomba Tingkatkan Kinerja

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai mengubah strategi dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah. Jika sebelumnya lebih mengedepankan evaluasi dan teguran, kini pemerintah mengandalkan pendekatan berbasis insentif dengan menyiapkan dana hingga Rp 1 triliun.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini berfokus pada pemberian penghargaan kepada daerah yang mampu menunjukkan inovasi serta capaian kinerja yang nyata.

“Pendekatan sekarang bukan lagi sekadar menegur, tetapi memberikan dorongan melalui insentif. Dana Rp 1 triliun kami siapkan untuk menstimulasi peningkatan kinerja daerah,” ujar Tito usai menghadiri acara apresiasi pemerintah daerah berprestasi tahun 2026 di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga :  Anutin Charnvirakul Kembali Jadi PM Thailand, Usung Nasionalisme dan Stabilitas Ekonomi

Program ini diawali di wilayah Sumatera sebagai tahap pertama. Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberikan penghargaan berupa dana kepada daerah terbaik, dengan rincian Rp 3 miliar untuk juara pertama, Rp 2 miliar untuk juara kedua, dan Rp 1 miliar bagi juara ketiga.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator strategis, seperti pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan dan stunting, hingga inovasi dalam pembiayaan daerah atau creative financing.

Tito menegaskan bahwa insentif tersebut bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan tambahan nyata yang dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Bahkan, satu daerah berpeluang meraih penghargaan di lebih dari satu kategori.

Ke depan, program ini akan diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap melalui beberapa regional hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Wacana Pangkas Gaji Menteri dan DPR, Efektifkah Tekan Defisit APBN?

Menurut Tito, masih banyak daerah dengan kinerja baik yang belum mendapatkan ruang apresiasi yang memadai. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat memicu kompetisi positif antar daerah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap capaian nasional.

Ia menambahkan, kemajuan daerah akan berdampak langsung terhadap kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Dengan jumlah 552 pemerintah daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, peningkatan kinerja di tingkat lokal diyakini mampu mendorong pertumbuhan nasional secara signifikan.

Berita Terkait

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama
Viral di Pengadilan Sungai Penuh: Terdakwa Kasus Asusila Anak Minta Tes DNA
Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Indra Hilang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Sungai Batanghari Jambi
Polres Kerinci Tegas Tertibkan BBM Bersubsidi, Kendaraan Lansir Jadi Target Pengawasan
5 Provinsi Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan 2026

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:23 WIB

Viral di Pengadilan Sungai Penuh: Terdakwa Kasus Asusila Anak Minta Tes DNA

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Senin, 8 Juni 2026 - 18:42 WIB

Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:00 WIB

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Berita Terbaru