KERINCI, Pribhumi.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, masyarakat adat Tigo Luhah Semurup melalui Lembaga Kerapatan Adat Tigo Luhah Semurup (LKA-TLS) menggelar kegiatan napak tilas atau ziarah leluhur yang dirangkai dengan gotong royong bersama di Petilasan Koto Payung Semurup Tinggi.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Bidang Kebudayaan dan Penelitian Sejarah LKA-TLS. Selain mempererat silaturahmi antar pemangku adat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta warisan budaya leluhur.
Kepala Bidang Kebudayaan dan Penelitian Sejarah LKA-TLS, Jumadi Armanto, SP, menyampaikan bahwa ziarah dan napak tilas ke makam leluhur memiliki berbagai makna penting, baik secara spiritual maupun kultural.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada para leluhur yang telah mendahului. Selain itu, ziarah juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran spiritual, mengingatkan manusia akan kehidupan setelah kematian, serta mendorong refleksi diri terhadap nilai-nilai kehidupan.
“Ziarah leluhur juga memperkuat keterhubungan masyarakat dengan akar adat dan budaya, mengingatkan sejarah asal-usul, sekaligus mempertegas identitas adat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Jumadi.
Ia menambahkan, selain bernilai adat dan budaya, ziarah kubur juga merupakan amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam, sebagai sarana mengambil pelajaran dan keteladanan dari kehidupan para pendahulu.
Kegiatan ziarah dan gotong royong di Petilasan Koto Payung Semurup Tinggi tersebut turut dihadiri sejumlah Pemangku adat, di antaranya Muhammad Aris, Dpt (Kepalo Sembah), Wirzon., Dpt (Simpan Bumi), Rusdi Fachrizal, Dpt (Sigumi Qudrat). Kegiatan juga diikuti berbagai bidang dalam struktur pengurus harian LKA-TLS.
Melalui kegiatan ini, masyarakat adat berharap tradisi luhur tetap terjaga sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.










