Jakarta, Pribhumi.com – Kehadiran Valentino Rossi di Sirkuit Mandalika akhirnya terwujud. Legenda MotoGP asal Italia itu untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di lintasan kebanggaan Indonesia, meski belum langsung menunggangi motor balap.
Cuaca hujan yang mengguyur kawasan Mandalika membuat agenda Rossi menggeber Yamaha R1 GYTR Pro harus ditunda. Kondisi trek yang basah dinilai belum ideal untuk sesi latihan motor. Rossi pun membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya dengan keterangan singkat, “Rainy day in Mandalika.”
Meski demikian, Rossi tetap mencicipi karakter lintasan Mandalika dengan cara berbeda. Ia terlihat mengemudikan safety car Honda Civic Type-R berwarna biru, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah akun Instagram gpracingindonesia. Rossi menyusuri sirkuit sebelum kembali ke paddock, memberikan sinyal bahwa persiapan latihan tetap berjalan.
Kunjungan Rossi ke Mandalika merupakan bagian dari agenda latihan VR46 Riders Academy. Sejumlah pembalap binaannya turut hadir, di antaranya Marco Bezzecchi, Franco Morbidelli, dan Francesco Bagnaia. Mereka dijadwalkan menjalani sesi latihan selama empat hari hingga 30 Januari 2026.
Usai dari Mandalika, rombongan VR46 Riders Academy akan bertolak ke Sepang, Malaysia, untuk mengikuti rangkaian tes pramusim MotoGP yang dimulai pekan depan.
Kedatangan Rossi ke Mandalika menjadi momen yang telah lama dinantikan. Tahun sebelumnya, ia harus menunda kunjungan karena fokus berlaga di ajang balap mobil. Dalam program pelatihan kali ini, sebanyak 10 pembalap terpilih mendapatkan kesempatan digembleng langsung oleh Rossi menggunakan motor berkapasitas 150 hingga 250 cc.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari teknik balap, pemahaman mesin, penguatan mental bertanding, hingga sesi latihan bersama pembalap VR46 dan mekanik profesional. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembekalan non-teknis seperti public speaking dan digital marketing, mengikuti standar pembinaan modern motorsport.
CEO VR46 Riders Academy, Carlo Casabianca, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk pengembangan jangka panjang.
“Setiap negara memiliki karakter pembalap yang berbeda. Melalui kegiatan di Mandalika, kami ingin menemukan pendekatan terbaik untuk mengembangkan talenta Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.











