USA, Pribhumi.com —Amerika Serikat tengah menghadapi salah satu badai musim dingin paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang cuaca buruk yang mulai melanda pada Sabtu (25/1/2026) telah melumpuhkan sistem transportasi udara nasional, memicu pemadaman listrik, serta memaksa pemerintah federal menetapkan status darurat di sejumlah negara bagian.
Hampir 4.000 penerbangan di seluruh AS terpaksa dibatalkan dalam satu hari, disusul ribuan pembatalan tambahan untuk jadwal penerbangan keesokan harinya. Gangguan ini terjadi seiring badai besar yang membawa salju lebat, hujan es, hujan beku, dan suhu ekstrem yang diperkirakan bertahan hingga awal pekan depan.
Layanan Cuaca Nasional AS (National Weather Service/NWS) memperingatkan bahwa badai musim dingin ini berpotensi menyapu hingga dua pertiga wilayah timur negara tersebut. Dampaknya dinilai sangat serius, dengan risiko kondisi “melumpuhkan hingga bersifat katastrofik” di sejumlah wilayah, terutama di kawasan tenggara.
Selain transportasi udara, sektor energi juga berada dalam tekanan besar. Ribuan pelanggan dilaporkan mengalami pemadaman listrik, bahkan hingga wilayah Texas bagian barat. Operator jaringan listrik meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah gangguan skala luas akibat akumulasi es dan lonjakan kebutuhan energi.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut badai ini sebagai peristiwa “bersejarah”. Pemerintah federal telah menyetujui deklarasi darurat bencana untuk 12 negara bagian, termasuk South Carolina, Virginia, Georgia, North Carolina, Kentucky, hingga West Virginia.
“Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan negara bagian yang berada di jalur badai. Tetap aman dan jaga kehangatan,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Sejumlah wilayah lain, termasuk Distrik Columbia, juga menetapkan status darurat cuaca seiring meningkatnya risiko dampak lanjutan. Para ahli meteorologi memperkirakan suhu dingin ekstrem dan angin beku berbahaya akan meluas ke wilayah Great Plains mulai awal pekan.
Sektor penerbangan menjadi yang paling terdampak. Data FlightAware mencatat lebih dari 3.900 penerbangan dibatalkan hingga Sabtu sore waktu setempat, sementara lebih dari 8.800 penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu juga dibatalkan.
Maskapai besar seperti Delta Air Lines menyatakan terus melakukan penyesuaian jadwal akibat Badai Musim Dingin Fern, termasuk pembatalan penerbangan di Atlanta, Boston, dan New York. Maskapai tersebut juga mengerahkan personel tambahan untuk membantu proses pencairan es dan penanganan bagasi di bandara-bandara terdampak.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, menyiapkan perlengkapan darurat, serta mengikuti informasi resmi, mengingat badai diperkirakan masih akan membawa dampak signifikan dalam beberapa hari ke depan.










