Profil Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Kopassus Pertama dengan Rekam Jejak Gemilang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Djon Afriandi merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mencatat sejarah baru sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia menjadi sosok pertama yang menduduki jabatan tersebut setelah adanya perubahan struktur organisasi di tubuh satuan elite TNI AD.

Perjalanan pendidikan Djon dimulai di Bandung. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Sukarasa 3/5, kemudian melanjutkan ke SMPN 5 Bandung dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 2 Bandung.

Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1995. Pada masa itu, ia berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik, sebuah prestasi bergengsi di lingkungan TNI.

Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di Korps Baret Merah. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Kompi (Danki) 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus pada 2001. Kariernya terus menanjak dengan posisi strategis seperti Wakil Komandan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus (2007) hingga Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus pada 2010–2011.

Baca Juga :  BPHN Dorong Peran Kades dan Lurah Cegah Konflik Sosial Lewat Posbankum di Era KUHP Baru

Pengalaman kepemimpinannya semakin matang saat dipercaya menjadi Danrem 012/Teuku Umar (2020–2022) dan kemudian menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (Danmentar Akmil) pada 2022–2023. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Danjen Kopassus pada 2024–2025 sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Letnan Jenderal sekaligus Panglima Kopassus pada 10 Agustus 2025.

Sebagai Panglima Kopassus, Djon memimpin satuan elite yang memiliki tugas penting, mulai dari operasi khusus, intelijen, hingga penanganan terorisme dan ancaman keamanan negara.

Tak hanya dikenal sebagai prajurit tangguh, Djon juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Master of Science in Defense Analysis dari Naval Postgraduate School di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga mengantongi berbagai brevet internasional, termasuk Master Parachutist Badge dari militer Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, serta Parachute Monitor dari Prancis.

Deretan penghargaan juga menghiasi kariernya, di antaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta berbagai Satyalancana seperti Kesetiaan dan Wira Karya.

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun Meski Minyak Dunia Naik

Dalam perjalanan tugasnya, Djon juga pernah terlibat dalam operasi di Aceh. Salah satu momen yang dikenang terjadi saat seorang prajurit Kopassus berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan di tengah baku tembak. Saat itu, Djon menjabat sebagai Komandan Kompi yang memimpin langsung pasukannya dalam misi merebut senjata dari kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Biodata Singkat:

Nama: Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.D.A

Lahir: Payakumbuh, 14 Juni 1972

Orang tua: Mayjen TNI (Purn) Afifudin Taif

Pendidikan: Akmil 1995 (Adhi Makayasa), Naval Postgraduate School (AS)

Jabatan: Panglima Kopassus (sejak 10 Agustus 2025)

Dengan rekam jejak panjang dan prestasi yang konsisten, Letjen TNI Djon Afriandi menjadi salah satu figur penting dalam penguatan kekuatan elite TNI Angkatan Darat di Indonesia.

 

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Berita Terbaru