Jakarta, Pribhumi.com — Djon Afriandi merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mencatat sejarah baru sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia menjadi sosok pertama yang menduduki jabatan tersebut setelah adanya perubahan struktur organisasi di tubuh satuan elite TNI AD.
Perjalanan pendidikan Djon dimulai di Bandung. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Sukarasa 3/5, kemudian melanjutkan ke SMPN 5 Bandung dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 2 Bandung.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1995. Pada masa itu, ia berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik, sebuah prestasi bergengsi di lingkungan TNI.
Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di Korps Baret Merah. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Kompi (Danki) 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus pada 2001. Kariernya terus menanjak dengan posisi strategis seperti Wakil Komandan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus (2007) hingga Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus pada 2010–2011.
Pengalaman kepemimpinannya semakin matang saat dipercaya menjadi Danrem 012/Teuku Umar (2020–2022) dan kemudian menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (Danmentar Akmil) pada 2022–2023. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Danjen Kopassus pada 2024–2025 sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Letnan Jenderal sekaligus Panglima Kopassus pada 10 Agustus 2025.
Sebagai Panglima Kopassus, Djon memimpin satuan elite yang memiliki tugas penting, mulai dari operasi khusus, intelijen, hingga penanganan terorisme dan ancaman keamanan negara.
Tak hanya dikenal sebagai prajurit tangguh, Djon juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Master of Science in Defense Analysis dari Naval Postgraduate School di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga mengantongi berbagai brevet internasional, termasuk Master Parachutist Badge dari militer Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, serta Parachute Monitor dari Prancis.
Deretan penghargaan juga menghiasi kariernya, di antaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta berbagai Satyalancana seperti Kesetiaan dan Wira Karya.
Dalam perjalanan tugasnya, Djon juga pernah terlibat dalam operasi di Aceh. Salah satu momen yang dikenang terjadi saat seorang prajurit Kopassus berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan di tengah baku tembak. Saat itu, Djon menjabat sebagai Komandan Kompi yang memimpin langsung pasukannya dalam misi merebut senjata dari kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Biodata Singkat:
Nama: Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.D.A
Lahir: Payakumbuh, 14 Juni 1972
Orang tua: Mayjen TNI (Purn) Afifudin Taif
Pendidikan: Akmil 1995 (Adhi Makayasa), Naval Postgraduate School (AS)
Jabatan: Panglima Kopassus (sejak 10 Agustus 2025)
Dengan rekam jejak panjang dan prestasi yang konsisten, Letjen TNI Djon Afriandi menjadi salah satu figur penting dalam penguatan kekuatan elite TNI Angkatan Darat di Indonesia.











